EtIndonesia.com Belum hilang suasana tegang setelah pemilihan umum yang baru saja berakhir, panggung politik Brasil kembali diguncang oleh perkembangan mendadak yang mengejutkan! Senator Flávio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang baru saja kalah dalam pemilihan presiden, dilaporkan telah berhasil meninggalkan Brasil dan menuju Amerika Serikat.
Meskipun pihak berwenang telah melarang Flávio Bolsonaro meninggalkan negara itu, media Brasil Metropoles melaporkan bahwa ia telah berangkat ke Amerika Serikat bersama istrinya dan dua putrinya. Ia diperkirakan tiba pada Selasa sore (27 Oktober). Menurut laporan tersebut, keberangkatan itu diatur pada menit-menit terakhir oleh Flávio Bolsonaro sendiri, dengan bantuan sejumlah kecil sekutu dekatnya di Brasil dan Amerika Serikat untuk mencegah informasi tersebut bocor.
Tak lama kemudian, mantan ibu negara Brasil, Michelle Bolsonaro, mengonfirmasi kepada para sekutunya pada Selasa bahwa anak tirinya, Flávio Bolsonaro, telah meninggalkan Brasil.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan kepada NTD bahwa departemen tersebut akan menerbitkan visa bagi Flávio Bolsonaro dan keluarganya serta mengizinkan mereka memasuki Amerika Serikat.
Pada 26 Oktober, sehari setelah hasil pemilu diumumkan, pemerintahan Lula yang baru saja dinyatakan menang bergerak cepat. Hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes, yang kontroversial dan berhaluan kiri, mengeluarkan larangan bepergian ke luar negeri. Polisi dikerahkan untuk menghentikan Flávio Bolsonaro secara langsung di jalanan, memerintahkannya menyerahkan seluruh paspornya dalam batas waktu tertentu, serta melarangnya meninggalkan negara itu.
Menghadapi apa yang disebut sebagai intimidasi politik dan pengepungan melalui jalur hukum yang sangat jelas, Flávio Bolsonaro mengunggah sebuah video untuk mengecam tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah itu merupakan penindasan brutal terhadap oposisi sayap kanan, dengan tujuan merampas hak oposisi untuk menyuarakan pendapatnya di parlemen.
Pada Selasa, setelah Flávio Bolsonaro tidak menyerahkan paspornya sesuai tenggat waktu, Mahkamah Agung bahkan langsung mengumumkan pembatalan paspornya.
Namun, pihak oposisi tidak tinggal diam. Menurut laporan media arus utama Italia, Il Giornale, ketika pihak berwenang mengira telah berhasil menjebak Flávio Bolsonaro di dalam wilayah Brasil, ia memanfaatkan celah waktu singkat ketika paspornya telah dibatalkan, tetapi dokumen identitas nasionalnya masih berlaku. Dengan menggunakan kartu identitas nasional, ia melintasi perbatasan darat dengan cepat dan memasuki Argentina, negara tetangga yang dianggap bersahabat dengan kubu sayap kanan!
Menurut catatan bea cukai yang diperoleh media Argentina, setelah tiba di kota perbatasan Puerto Iguazú, Flávio Bolsonaro menaiki pesawat sewaan Gulfstream G400 yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ketika berbagai pihak masih berusaha mencari keberadaannya, ia telah terbang langsung ke Amerika Serikat dengan pesawat tersebut dan berhasil melepaskan diri dari pengejaran hukum oleh pemerintahan Brasil yang berhaluan kiri.
Namun, menanggapi pemberitaan media tersebut, pemerintah Argentina memberikan klarifikasi yang cukup mengundang tanda tanya.
Pada Selasa, kantor pers Presiden Javier Milei mengeluarkan pernyataan bahwa otoritas imigrasi Argentina tidak memiliki catatan resmi mengenai masuknya Flávio Bolsonaro ke negara tersebut.
Pemerintah Argentina juga menegaskan bahwa pihak berwenang telah memeriksa pesawat dan awak yang terlibat. Seluruh dokumen dinyatakan lengkap, tetapi rencana penerbangan yang diajukan tidak mencantumkan nama Flávio Bolsonaro maupun anggota keluarganya.
Perbedaan besar antara catatan resmi pemerintah dan pemberitaan media tersebut membuat kisah pelarian misterius pada malam hari ini semakin sulit dipastikan.
Yang patut diperhatikan, dalam polemik ini, Presiden Argentina dari kubu sayap kanan, Javier Milei, menunjukkan sikap politik yang tegas. Setelah Lula dinyatakan menang, Milei menjadi satu-satunya pemimpin di kawasan Amerika Latin yang menolak memberikan ucapan selamat kepadanya. Bahkan, ia secara terbuka menuduh bahwa dalam pemilu tersebut telah terjadi tindakan “pencurian suara”.
Keselarasan sikap di antara kubu sayap kanan inilah yang memberikan ruang spekulasi luas mengenai kemungkinan adanya operasi pemindahan rahasia tersebut.
Menurut penjelasan resmi, pemerintahan Lula membatasi perjalanan Flávio Bolsonaro ke luar negeri karena ia terlibat dalam penyelidikan kasus pencucian uang. Tuduhan terkait dengan penggalangan dana untuk film biografi ayahnya. Flávio Bolsonaro dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Meskipun para petinggi Partai Liberal yang menaungi Flávio Bolsonaro telah mengakui hasil pemilu setelah diumumkan, ia menegaskan bahwa kubu konservatif masih menguasai mayoritas kursi di kedua kamar Kongres Brasil.
Sebelum meninggalkan Brasil, Flávio Bolsonaro pernah menyatakan, “Tidak ada seorang pun yang bisa membungkam saya.”
Setelah pergi ke Amerika Serikat, bagaimana ia akan membangun kembali kekuatan oposisi dari luar negeri? Ke mana arah badai politik Brasil selanjutnya? Kami akan terus mengikuti perkembangan ini.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)