Inflasi Bandel, Fed Tetap Tahan Suku Bunga 3,75-4 Persen

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4 persen. Keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tersebut diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 10 suara setuju dan dua suara menolak.

Dalam siara persnya, Kamis (29/10/2026), Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal funds pada 3,75–4 persen guna mendukung mandat ganda Federal Reserve, yakni menjaga stabilitas harga dan mendorong kondisi ketenagakerjaan yang maksimal. Komite juga melanjutkan kebijakan untuk menjaga kecukupan cadangan likuiditas dalam sistem perbankan.

Dalam pertimbangannya, The Fed menyebutkan, aktivitas ekonomi terus berekspansi dengan laju kuat. Meskipun ketidakpastian masih tinggi, antara lain akibat perkembangan geopolitik, belanja domestik tetap menunjukkan daya tahannya.

”Pertumbuhan produktivitas tercatat kuat dan investasi modal tetap tinggi. Penambahan lapangan kerja mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran tidak banyak berubah,” kata The Fed.

Namun, The Fed mengingatkan, inflasi masih tinggi. Oleh sebab itu, bank sentral akan terus mengumpulkan dan mengevaluasi data ekonomi tambahan untuk menentukan sikap kebijakan moneter yang sesuai. The Fed menargetkan inflasi sebesar 2 persen dan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan stabilitas harga.

Dalam rapat komite, dua anggota FOMC, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, menyatakan tidak setuju suku bunga acuan tetap. Keduanya menginginkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin atau 0,25 poin persentase dalam pertemuan tersebut.

The Fed dalam pernyataan tersebut belum memberikan kepastian mengenai kapan suku bunga akan kembali diubah. Kebijakan moneter AS ke depan akan bergantung pada perkembangan inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, aktivitas ekonomi, serta risiko yang muncul dari situasi geopolitik.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, menilai, perekonomian AS belum tumbuh terlalu cepat hingga memicu inflasi yang perlu ditekan. Peningkatan produktivitas, bahkan sebelum pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), memungkinkan perekonomian AS tumbuh lebih cepat tanpa harus diikuti kenaikan inflasi yang tinggi.

“Tujuannya bukanlah menghambat roda perekonomian dan membuat orang kehilangan pekerjaan. Saya tidak berpikir kita harus melakukan itu,” kata Warsh dalam konferensi pers seusai rapat komite selama dua hari, seperti dikutip Reuters.

Warsh menilai, suku bunga The Fed yang relatif tinggi mulai memperketat akses kredit. Kondisi ini dapat menahan investasi dunia usaha dan dinilai turut berkontribusi terhadap penurunan pasar saham belakangan ini.

Penurunan pasar saham juga dapat mengurangi belanja rumah tangga berpenghasilan tinggi. Jika terjadi, kondisi tersebut berpotensi meredam permintaan barang dan jasa sehingga memperlambat laju inflasi atau disebut disinflasi.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintah tetap yakin Warsh akan “menemukan keseimbangan yang tepat” antara sasaran inflasi 2 persen dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Masih mengutip Reuters, pernyataan kebijakan terbaru FOMC mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan. Sejumlah kolega Warsh bahkan secara terbuka menyampaikan kekhawatiran bahwa permintaan yang didorong oleh perkembangan AI dan kuatnya belanja konsumen mulai mendorong kenaikan harga.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Justin Hubner Menggila di Liga Belanda, Fortuna Sittard Tak Terkalahkan dalam 4 Laga saat Bek Timnas Indonesia Jadi Starter
• 22 jam lalu
0
thumb
Wavi Zihan Cerita Perankan Dua Karakter dan Tiga Entitas dalam Satu Film
• 20 jam lalu
0
thumb
Catat Jadwal Dividen Interim Puradelta (DMAS) Rp1,4 Triliun
• 6 jam lalu
0
thumb
Komisi IX Dorong Pendampingan Korban PHK Berbasis Lowongan Terverifikasi
• 10 jam lalu
0
thumb
Atlet Pencak Silat Asal Semarang Meninggal usai Tanding di Porprov Jateng
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.