JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespon kritikan Malaysia dan Singapura terkait persoalan kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengatakan kritik dan rekomendasi dari Malaysia dan Singapura terkait karhutla itu dijawab melalui kerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan. Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Dasco, Kamis, 29 Oktober 2026.
BACA JUGA:Dasco Ungkap 4 RUU Prioritas DPR pada Masa Sidang II 2026–2027
Meski demikian, Dasco mengatakan perhatian dari negara-negara tetangga, termasuk suara yang berkembang di parlemen negara sahabat, perlu dihargai tanpa harus menerima seluruh penilaian yang disampaikan.
“Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian,” kata Dasco.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menekankan bahwa penanganan dampak karhutla harus menjadi prioritas.
Pemerintah perlu melindungi masyarakat yang terdampak kabut asap, memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran, serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, tanggung jawab pelaku usaha juga harus dipastikan, termasuk perusahaan yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
BACA JUGA:Setahun Sekolah Rakyat, Siswa Raih Ratusan Prestasi Nasional dan Internasional
"Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis," imbuhnya.
Menurut dia, kolaborasi antarparlemen dapat diperluas ke sejumlah bidang strategis, mulai dari pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, hingga penyelesaian persoalan lintas batas.
Dasco menekankan, negara-negara di kawasan ASEAN perlu membangun hubungan bertetangga yang dilandasi sikap saling menghormati, keterbukaan dalam menyampaikan pandangan, serta komitmen untuk mencari solusi bersama.
“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” tuturnya.






Komentar (0)