Wall Street Menguat Tipis, The Fed Tahan Suku Bunga di Kisaran 3,75%–4%

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan dan tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Tercatat, indeks S&P 500 naik 0,28% atau 21,77 poin ke level 7.744,37. Indeks Dow Jones Industrial Average juga menguat tipis 0,19% atau 102,05 poin ke level 52.479,6. Nasdaq Composite menguat +0,27% menjadi 26.549,85.

Di bursa saham Oracle Corp. melonjak 11% setelah perusahaan menyampaikan proyeksi jangka panjang arus kas bebas. Saham Microsoft Corp. juga menguat dalam perdagangan setelah penutupan bursa, didorong oleh penjualan layanan komputasi awan yang solid.

Sebaliknya, saham Alphabet Inc. merosot akibat hasil kinerja yang mengecewakan. Sementara itu, obligasi pemerintah AS dengan tenor pendek menguat.

Kenaikan harga minyak yang sebelumnya terjadi telah mereda pada perdagangan larut malam setelah The Wall Street Journal melaporkan Wakil Presiden AS JD Vance telah menghubungi seorang tokoh garis keras Iran untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian.

Merujuk pemberitaan Bloomberg, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate pada kisaran 3,75%–4%. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 10 suara mendukung dan dua suara menolak.

Dalam pernyataan setelah rapat, para pembuat kebijakan mengatakan mereka berharap data ekonomi yang akan dirilis dapat membantu menentukan keputusan kebijakan berikutnya.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan para pejabat telah menegaskan kesiapan mereka untuk bertindak sesuai dengan perkembangan situasi.

“The Fed tampaknya nyaman untuk bersikap sabar saat ini karena kondisi keuangan secara umum berkembang sesuai dengan ekspektasi,” kata Luis Alvarado dari Wells Fargo Investment Institute. 

Warsh juga mengatakan bank sentral akan menerapkan jadwal rapat yang telah disesuaikan secara bertahap. The Fed berencana menggelar pemungutan suara untuk menentukan suku bunga dalam tujuh dari delapan rapat yang dijadwalkan tahun depan.

Menurut Tony Miano dari Wells Fargo Investment Institute, jadwal rapat baru tersebut sejalan dengan dorongan Warsh untuk mengurangi panduan kebijakan ke depan (forward guidance) dan mengurangi frekuensi pemberian sinyal kepada pasar.

“Perubahan terbesar dari The Fed hari ini bukanlah pada suku bunga kebijakan, melainkan pada kalender ke depan untuk pengambilan keputusan,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets.

Menurut Lyngen, pertanyaan yang paling relevan saat ini adalah rapat mana yang akan digunakan The Fed untuk membahas hal-hal selain kemungkinan perubahan suku bunga.

Ia menambahkan, penguatan surat utang pemerintah AS berjangka pendek menunjukkan bahwa pasar menangkap sinyal bahwa kenaikan suku bunga pada September sejauh ini telah efektif. Dengan demikian, setelah kenaikan suku bunga pada Desember, kenaikan ketiga mungkin tidak lagi dianggap perlu.

Di pasar keuangan, pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember. Namun, mereka mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga tambahan pada 2027.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Balsa Sekulic Brace, Maung Bandung Menang 2-0
• 13 jam lalu
0
thumb
Pria di Bangka Selatan Tewas Ditembak di Kontrakan, Pelaku Diburu
• 8 jam lalu
0
thumb
Prof Romli Sebut Kerugian Negara Sebagai Unsur Tipikor Tak Sesuai dengan UNCAC
• 22 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Janji Buka-bukaan Soal Penggunaan Pajak di Jakarta
• 23 jam lalu
0
thumb
Polda Jatim Respons Kabar Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Diamankan Propam
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.