Rencana Pembagian Kekuasaan antara Netanyahu dan Eisenkot Muncul ke Permukaan

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Sebuah saluran televisi Israel melaporkan pada Rabu 28 Oktober 2028 bahwa sebuah kesepakatan pembagian kekuasaan tengah dirancang.

Dalam kesepakatan ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan memimpin pemerintahan berikutnya selama dua tahun sebelum menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin oposisi Gadi Eisenkot.

Baca Juga :

Kubu Netanyahu dan Oposisi Belum Capai Mayoritas di 84,5 Persen Penghitungan Suara
Sebagai imbalannya, Netanyahu akan pensiun dari dunia politik dan mendapatkan pengampunan penuh terkait kasus-kasus korupsi yang sedang menjeratnya.

Channel 14 Israel melaporkan bahwa Presiden Isaac Herzog saat ini berupaya mendorong usulan tersebut, yang dapat membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru menyusul pemilihan umum parlemen hari Selasa yang tidak menghasilkan pemenang mutlak.

Menurut Channel 14, Herzog telah mengupayakan kesepakatan ini selama dua tahun, jauh sebelum kampanye pemilihan umum dimulai dan hasil pemilu diumumkan.

Saluran tersebut menyatakan bahwa usulan ini bisa menjadi opsi yang layak jika perolehan kursi parlemen saat ini tidak berubah.

Ditambahkan pula bahwa Netanyahu kemungkinan akan bersikeras untuk menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun pertama agar dapat terus bekerja sama dengan Presiden AS Donald Trump.

Namun, kantor Herzog dengan tegas membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan belaka."

"Hal itu tidak pernah terjadi. Kami tidak terlibat dalam spekulasi apa pun terkait proses penunjukan pihak untuk membentuk pemerintahan," demikian pernyataan kantor Herzog, seperti dikutip Anadolu, Kamis 29 Oktober 2026.

Kantor presiden menambahkan bahwa hasil resmi pemilihan umum baru akan diserahkan kepada presiden pada Rabu depan. Setelah itu, Herzog akan memulai konsultasi dengan berbagai fraksi di parlemen sesuai dengan wewenang konstitusionalnya.

Berdasarkan hasil sementara yang dirilis pada Rabu malam -,dengan 85% suara telah dihitung, belum termasuk surat suara khusus,- blok Netanyahu mengamankan 53 kursi, sementara blok oposisi yang dipimpin oleh Eisenkot (pemimpin partai Yashar) meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab memperoleh 19 kursi, menurut Channel 12 Israel.

Hasil ini membuat semua pihak belum mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang.

Penghitungan suara masih terus berlangsung, termasuk untuk surat suara khusus yang diberikan oleh tentara, narapidana, diplomat, dan pemilih yang sedang dirawat di rumah sakit. Komite Pemilihan Umum Pusat menyatakan pada hari Selasa bahwa tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7%, naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilihan umum tahun 2022 dan merupakan angka tertinggi sejak 1999.

Netanyahu telah menjalani persidangan selama bertahun-tahun atas tuduhan korupsi yang mencakup penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan.

Ia juga dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Sejak akhir 2022, ia memimpin pemerintahan sayap kanan yang secara luas dianggap sebagai pemerintahan paling ekstrem dalam sejarah Israel.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemendikdasmen Ajak Generasi Muda Jaga Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa di Momentum Sumpah Pemuda
• 17 jam lalu
0
thumb
Korban Meninggal Tabrakan Dua Kereta Cepat Spanyol Bertambah Jadi 68 Orang
• 3 jam lalu
0
thumb
Temukan Beras Subsidi Dioplos, Mentan Minta Polisi Bongkar Mafia SPHP Sampai Akar-akarnya
• 15 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Dorong Sedimen Sungai Akibat Banjir Jadi Sumber Pendapatan Padang
• 5 jam lalu
0
thumb
Setahun Sekolah Rakyat, Ratusan Prestasi Nasional dan Internasional Berhasil Ditorehkan Siswa-Siswi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.