Suara dari Kalimantan di Tengah Demo Bundaran HI: Kami Hirup Racun Karhutla

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Rabu (28/10) tidak hanya diisi oleh seruan persatuan nasional, tetapi juga menjadi wadah jeritan masyarakat daerah yang merasa terabaikan.

Salah satunya datang dari perwakilan mahasiswa UIN Palangkaraya, Yuyun Sanjaya, yang membawakan keresahan mendalam mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis ekologis di Kalimantan.

Di hadapan ribuan massa aksi, Yuyun mengungkapkan bahwa kedatangan mereka dari daerah ke ibu kota membawa misi menagih hak dasar yang telah dirampas: udara bersih. Selama berbulan-bulan, masyarakat Kalimantan Tengah dipaksa hidup di tengah kepungan polusi pekat akibat karhutla dan eksploitasi tambang.

“Oleh-oleh yang terbaik yang kami bawa dari daerah ke Ibu Kota... adalah udara segar yang harus menjadi hak dasar dari masyarakat Kalimantan Tengah," kata Yuyun.

"Tapi apa yang kami rasakan di Kalimantan bukan lagi tentang kami menghirup asap semata; asap itu sudah bercampur dengan debu, abu, dan batu bara yang ikut terbakar akibat karhutla,” ujarnya. 

Yuyun menjelaskan dalam orasinya bagaimana batu bara yang selama ini dikeruk dan dieksploitasi di Kalimantan turut terbakar dalam amukan karhutla.

Akibatnya, warga harus menghirup kombinasi racun dari asap, abu, debu, dan bara dari batu bara setiap hari. Ironisnya, kondisi darurat ini justru dianggap biasa, sementara aduan warga disebut belum layak diangkat menjadi isu nasional.

“Ketika kami sampaikan kepada pemerintah, mereka hanya mengatakan bahwa ini belum layak untuk diangkat menjadi isu nasional,” keluhnya.

Keresahan ekologis tersebut turut divisualisasikan oleh para demonstran melalui berbagai poster kritik yang dibentangkan di sekitar lokasi aksi. Massa membawa poster bertuliskan "Padamkan api, bukan suara kami, stop karhutla selamatkan Indonesia", "Menuju Indonesia terbakar, tidak ada masa depan di tengah lingkungan yang hancur", hingga "Tetapkan bencana nasional karhutla, jangan bakar hutan dan menyakiti satwa alam".

Tak hanya itu, komunitas Brand New Indonesia juga tampak membuka posko bantuan khusus untuk Kalimantan di area aksi, sekaligus menggalang petisi mendesak agar pemerintah segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam 21 Desa di Subulussalam Aceh
• 1 jam lalu
0
thumb
Komnas Haji Sebut Akuisisi Hotel di Makkah Jadi Tonggak Baru Layanan Haji
• 22 jam lalu
0
thumb
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kemendagri Tekankan Pentingnya Generasi Muda Patriotik, Gigih, dan Berempati
• 19 jam lalu
0
thumb
Rekap Hasil Babak Pertama Hylo Open 2026: Jonatan Christie Menang, 7 Wakil Indonesia ke 16 Besar
• 3 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.