JAKARTA — Senator Brasil dari kubu sayap kanan, Flavio Bolsonaro, dilaporkan melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) menyusul kekalahannya dalam pemilihan umum melawan petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Hal tersebut dilaporkan oleh media Brasil dengan mengutip sejumlah sumber.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada AP pada Selasa (26/10/2026) bahwa Bolsonaro dan keluarganya akan diberikan visa AS.
Flavio merupakan putra dari mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang kini dipenjara, sekaligus sekutu dari mantan Presiden AS Donald Trump. Ia kalah tipis dalam putaran kedua pemilihan umum pada Minggu (24/10/2026) melawan Lula, meskipun sempat memperoleh suara lebih banyak pada putaran pertama awal bulan ini.
Ia saat ini sedang dalam penyelidikan terkait dugaan pencucian uang dan pelanggaran aturan mata uang yang melibatkan hubungan keuangan dengan pengacara Willer Tomaz serta sejumlah bisnis perjudian daring. Flavio juga menghadapi penyelidikan terpisah atas dugaan penyimpangan pendanaan film biografi ayahnya, Dark Horse. Kendati demikian, ia membantah telah melakukan kesalahan, sebagaimana dilansir RT.
Saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang juga seorang politisi, telah pindah ke AS pada Februari 2025 dengan alasan kekhawatiran akan persekusi politik dan penangkapan. Eduardo kemudian dinyatakan bersalah karena berupaya mencampuri proses peradilan terhadap ayahnya dengan melobi Washington agar menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Brasil. Eduardo, yang hingga kini masih berada di AS, dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dua bulan pada Juni 2026.
Flavio Bolsonaro awalnya menolak mengakui hasil pemilihan umum dan bersumpah akan mengupayakan pembatalan hasil tersebut dengan alasan adanya perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam.





Komentar (0)