BNPB Pastikan Karhutla 7 Hektare di Toraja Utara Padam, Kondisi Situs Kuburan Batu Masih Ditelusuri

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar tujuh hektare di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, termasuk kawasan yang memiliki situs pemakaman batu, telah berhasil dipadamkan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kebakaran tersebut terjadi pada 24 Oktober 2026 dan membutuhkan waktu lebih dari 16 jam hingga api berhasil dipadamkan.

“Kami sampaikan bahwa kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 24 Oktober yang lalu dan sudah dipadamkan 16 jam lebih setelah api mulai terjadi,” kata Berton dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data BNPB, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar tujuh hektare lahan yang tersebar di dua wilayah, yakni Lembang Rangri dan Lembang Ratte, Kabupaten Toraja Utara.

Kawasan yang terdampak kebakaran mencakup area yang memiliki kuburan batu sehingga peristiwa tersebut turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keberadaan situs pemakaman di wilayah setempat.

Meski api telah berhasil dipadamkan, BNPB belum memperoleh informasi terperinci mengenai kondisi fisik situs pemakaman batu yang berada di kawasan terdampak kebakaran.

BNPB Masih Menunggu Informasi Kondisi Situs Kuburan Batu

Berton menjelaskan perkembangan penanganan karhutla di Toraja Utara setelah mendapat pertanyaan dari awak media mengenai kebakaran yang turut menjangkau kawasan pemakaman batu.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada 24 Oktober 2026 tersebut telah berhasil ditangani, tetapi kondisi situs pemakaman batu masih membutuhkan pemeriksaan dan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang setempat.

BNPB belum dapat memastikan tingkat kerusakan atau dampak fisik yang dialami situs kuburan batu akibat kebakaran yang melanda kawasan tersebut.

Informasi dari otoritas terkait di daerah masih diperlukan untuk mengetahui kondisi situs pemakaman setelah api berhasil dipadamkan.

Dengan demikian, keberhasilan pemadaman kebakaran seluas sekitar tujuh hektare tersebut belum disertai hasil pemeriksaan terperinci mengenai dampaknya terhadap keberadaan situs pemakaman batu.

BNPB Siagakan 51.059 Personel Karhutla di Empat Provinsi

Selain menyampaikan perkembangan kebakaran di Toraja Utara, BNPB juga memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk menghadapi potensi kemunculan titik api baru di sejumlah wilayah Indonesia.

Berton mengatakan BNPB telah menyiagakan sumber daya penanganan karhutla, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi perhatian dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan personel dan peralatan tetap tersedia apabila terjadi kebakaran baru di wilayah yang sebelumnya terdampak maupun daerah lainnya.

“Tentu tetap kami siagakan, baik itu personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota di mana wilayah terbakar terjadi,” kata Berton.

Berdasarkan data BNPB, jumlah personel penanganan karhutla yang disiagakan di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 16.387 orang.

Sementara itu, sebanyak 14.458 personel disiagakan di Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Di Provinsi Sumatera Selatan, BNPB mencatat sebanyak 12.287 personel disiapkan untuk mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru.

Adapun di Provinsi Kalimantan Selatan, jumlah personel yang disiagakan untuk penanganan karhutla mencapai 7.927 orang.

Secara keseluruhan, sebanyak 51.059 personel disiagakan di empat provinsi tersebut untuk mendukung kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Peralatan Pemadaman Tetap Disiagakan untuk Antisipasi Kebakaran Baru

BNPB juga memastikan berbagai peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan tetap berada dalam kondisi siaga di sejumlah daerah.

Kesiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta satuan tugas penanganan karhutla di tingkat kabupaten dan kota.

Keterlibatan berbagai unsur penanggulangan bencana bertujuan memperkuat kesiapan penanganan apabila kembali ditemukan titik api atau terjadi kebakaran hutan dan lahan.

BNPB menekankan pentingnya mempertahankan kesiapsiagaan personel dan peralatan meskipun sejumlah kejadian kebakaran, termasuk di Kabupaten Toraja Utara, telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, perkembangan kondisi situs pemakaman batu di Lembang Rangri dan Lembang Ratte masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang di daerah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabar Baik! Pemerintah Bebaskan BPHTB Rumah untuk MBR, Cek Syarat dan Ketentuannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Dua Pemuda Kalteng Wakili Indonesia di Program Pertukaran Pemuda Australia dan Jepang 2026
• 36 menit lalu
0
thumb
Menpora Erick Thohir Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, Soroti Tantangan Lapangan Kerja
• 11 jam lalu
0
thumb
Saat Menlu Tata Bertemu Menlu Singapura
• 22 jam lalu
0
thumb
10 Hari Jelang Porprov XVIII, Muaythai Sulsel Perketat Verifikasi Atlet dan Matangkan Persiapan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.