Karangan Bunga atas Setahun Matinya Eskalator Stasiun Bojonggede

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Aksi protes dilakukan pengguna kereta api yang meminta pihak bertanggung jawab memperbaiki eskalator mati setahun di skybridge Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Aksi protes disampaikan warga dengan meletakkan karangan bunga di depan eskalator tersebut.

Karangan bunga itu dibawa dan disimpan oleh sejumlah warga, pada Selasa (27/10) malam. Warga mengaku mengirim karangan bunga sebagai bentuk protes, agar eskalator mati segera diperbaiki.

"Aku bersama teman teman dari #WargaBersuara pasang karangan bunga tadi malam kak. Tujuannya tentu untuk menyuarakan dan mendesak agar pemerintah yang bertanggung jawab atas fasilitas skybridge ini segera memperbaikinya," kata Fika dihubungi detikcom Kamis (28/10/2026).

"Karena selama ini kami diam saja khawatir dianggap kami tidak masalah dan tidak peduli atas kerusakan yang terjadi, padahal kami semua sangat dirugikan atas adanya kerusakan berbagai fasilitas skybridge terutama eskalatornya," imbuhnya.

Baca juga: Eskalator Stasiun Bojonggede Mati Setahun, Warga Protes Bawa Karangan Bunga

Pantauan detikcom, karangan bunga dan sejumlah bunga satuan berjejer di depan eskalator yang tidak beroperasi atau mati. Karangan bunga berada persis di depan gate keluar dan masuk peros stasiun Bojonggede.

Karangan bunga dengan list merah tersebut tampak berisi tulisan 'Warganya Menyala Eskalatornya Mati!!!' serta tulisan 'Semangat Warga Terus Bergerak Eskalatornya Kapan Bergerak'. Di lokasi, tampak juga pouch bunga dengan beragam warna dan tulisan kritik agar eskalator segera diperbaiki.

Eskalator skybridge Bojonggede disebut mati sejak setahun lalu. Warga berharap perbaikan dilakukan termasuk terhadap fasilitas lain.

"Harapan kami agar semua fasilitas skybridge segera diperbaiki, terutama eskalatornya. Selain itu kami juga meminta lampu sepanjang skybridge diperbaiki, serta keramik di tangga yang sudah pecah-pecah diperbaiki, karena sudah beberapa orang yang jatuh di sana," kata warga lainnya bernama Haqika.

Haqika menyebut, warga sangat dirugikan karena matinya eskalator skybridge. Ia bahkan beberapa kali melihat orang tua dan ibu hamil kesusahan karena eskalator mati.

"Kerugiannya warga jadi capek karena harus jalan menanjak, dan banyak orang yang pindah pintu keluar yang seharusnya di skybridge, jadi di jalan pintu keluar Gaperi," kata Haqika.

"Yang saya lihat di jam saya pulang kerja jam 4 sore, ada lansia yang dengkulnya nggak kuat buat nanjak lebih lama, dan ada juga ibu hamil yang ngeluh karena tanjakan tersebut bikin sesak," sambungnya.


(dwr/fas)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrakan Maut 2 Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan Puluhan Orang
• 2 jam lalu
0
thumb
Antrean Solar Mengular Hingga 1 Km di Manado, Sopir Truk Menunggu Berjam-jam | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalu
0
thumb
Perkuat Kebijakan Moneter, Bank Indonesia Perkuat Sinergi Akselerasi BPPU 2030
• 12 jam lalu
0
thumb
Laba Melonjak 471%, SIG Perkuat GCG untuk Jaga Bisnis Berkelanjutan
• 12 jam lalu
0
thumb
Spanyol Berkabung 3 Hari Usai Tabrakan 2 Kereta Cepat Renggut Puluhan Nyawa
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.