Advokat di Aceh Diduga Dikeroyok dan Diancam Golok, Pelaku Minta Uang Rp10 Juta

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Nagan Raya, VIVA – Seorang advokat bernama Cut Ernita diduga menjadi korban penganiayaan dan pemerasan oleh sejumlah orang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Polisi kini menyelidiki kasus tersebut, termasuk dugaan permintaan uang hingga Rp10 juta kepada korban. Kapolres Nagan Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taufik mengatakan, laporan kasus tersebut telah diterima sejak Minggu, (25/10/26).

Baca Juga :
Gegara Kalah Taruhan Domino, Dua Kakak Beradik Bacok Teman hingga Tewas di Aceh Barat Daya
Polres Bangka Barat Beri Peringatan Terakhir ke Penambang Timah Ilegal, 140 Ponton Bakal Disita!

Penyidik juga telah meminta keterangan dari Cut Ernita untuk mengungkap peristiwa yang dialaminya.

"Kasus ini dilaporkan secara resmi sejak Minggu (25/10/26), saat ini sedang kami selidiki, korban juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik,” katanya, Rabu (28/10/26).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Cut Ernita saat itu sedang menjalankan tugas sebagai advokat di wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Namun, di lokasi tersebut, korban tiba-tiba didatangi sejumlah orang yang mempertanyakan keberadaannya di kawasan itu.

Situasi kemudian memanas hingga korban diduga mengalami kekerasan fisik. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Dalam laporan yang diterima polisi, terdapat empat orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Para terduga pelaku disebut sempat menggunakan senjata tajam jenis golok atau parang yang diduga diarahkan ke bagian tubuh korban.

Selain dugaan penganiayaan, sebuah minibus milik warga setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca. Korban diduga diminta menyerahkan uang tunai untuk mengganti kerusakan tersebut, meskipun menurut laporan, kerusakan itu bukan disebabkan oleh korban.

Nilai kerugian akibat dugaan pemerasan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta. Namun, polisi masih mendalami asal-usul dan tujuan penyerahan uang itu untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Hingga kini, penyidik belum memastikan motif di balik dugaan pengeroyokan dan pemerasan tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengungkap peristiwa secara utuh.

“Penyidik telah mengambil keterangan dari pelapor dan berencana memanggil sejumlah saksi guna memperkuat fakta-fakta di lapangan,” katanya.

Di tengah proses penyelidikan, Taufik mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan. Ia juga meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta menghindari tindakan di luar jalur hukum.

Baca Juga :
Baru Sehari Ditahan, Eks Bupati Gowa Minta Penangguhan karena Maag Akut
Honda PCX Raib dari Showroom Tambora, Pelaku Ternyata Punya Modus Tak Biasa
Tak Bisa Lewat Jalan Darat, 2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Government Prepares Rp722 Billion Airfare Stimulus for the End of the Year
• 12 jam lalu
0
thumb
Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi
• 15 jam lalu
0
thumb
PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Bermain di Sulsel
• 20 jam lalu
0
thumb
Bertemu Pelaku Mutilasi Anak dan Cucunya, Ibu Korban: Hati Saya Hancur!
• 7 jam lalu
0
thumb
Tingkatkan Layanan, KAI Geber Inovasi Digital hingga Warteg di Kereta
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.