NCC 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Keamanan Siber

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam transformasi digital perlu diimbangi dengan penguatan keamanan siber untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Pemerintah, pelaku industri, dan komunitas teknologi didorong meningkatkan kolaborasi guna menjaga keamanan data, transaksi, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.

Penguatan ketahanan siber tersebut menjadi pembahasan dalam The 5th National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 28–29 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan keamanan digital di tengah perkembangan teknologi AI.

Baca Juga
  • AI Temukan Kerentanan Siber Baru, Risiko Serangan ke Situs Internet Meningkat
  • Kepala BSSN Dorong Penguatan Ketahanan Siber di Kawasan Regional ASEAN

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sulistyo mengatakan, meningkatnya keterhubungan sistem digital membutuhkan kesiapan menghadapi risiko keamanan. Menurut Sulistyo, ketahanan siber tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

“Di era transformasi berbasis AI, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu memperkuat kesiapan menghadapi ancaman yang semakin kompleks,” ujar Sulistyo dalam NCC 2026, Rabu (28/10/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Direktur Utama PT Naganaya Indonesia International Aditya Adiguna mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan kolaborasi keamanan siber semakin besar. Kerja sama antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas diperlukan agar strategi keamanan siber dapat diterapkan secara konkret.

“Di era transformasi digital berbasis AI, kepercayaan dan ketahanan hanya bisa dibangun bila pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas duduk bersama,” ujar Aditya.

Sementara itu, Penasihat Senior Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital Wijaya Kusumawardhana menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam pemanfaatan AI. Menurut Wijaya, perkembangan teknologi perlu disertai perlindungan yang memadai agar masyarakat dan dunia usaha dapat menggunakan layanan digital secara aman.

Dari kalangan industri, Ketua Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso menilai keamanan siber harus menjadi bagian dari pengembangan layanan teknologi informasi dan komunikasi. Penguatan sistem keamanan dinilai perlu dilakukan sejak tahap pengembangan layanan, bukan hanya ketika ancaman muncul.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin juga menyoroti pentingnya perlindungan masyarakat dalam penguatan keamanan siber. Menurut Addin, generasi muda memiliki peran dalam menjaga ruang digital agar tetap aman, beretika, dan dapat dipercaya.

Dalam forum yang sama, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Peruri Farah Fitria Rahmayanti membahas penguatan keamanan dan keandalan transaksi digital. Pembahasan tersebut berkaitan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023, termasuk pentingnya menjaga keaslian dan keamanan transaksi dalam layanan digital nasional.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menyoroti hubungan antara keamanan digital dan pertumbuhan industri kreatif. Perlindungan terhadap karya, data, dan transaksi dinilai penting agar pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan perkembangan AI dengan lebih aman.

Selain konferensi, NCC 2026 menghadirkan pameran teknologi, lokakarya, National Cybersecurity Congress, serta sesi business matching antara penyedia solusi keamanan siber dan pelaku industri. Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan peluang kerja sama dalam penguatan keamanan digital.

Pada pembukaan acara, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta Industrial Cyberdrill Exercise (ICE) 4.0 2026. Peruri meraih penghargaan Best Team, sementara enam perusahaan menerima NCC 2026 Appreciation Award.

Penyelenggaraan NCC 2026 diharapkan mendorong penerapan langkah keamanan siber yang lebih terkoordinasi di berbagai sektor. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi risiko keamanan dalam transformasi digital berbasis AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menyusuri Rute TJ Bekasi-Jakarta: dari 6 Pemberhentian, Hanya 2 yang Ada Halte
• 12 jam lalu
0
thumb
Tren Kamera Jadul Kembali, Fujifilm Instax Mini Evo 2 Bawa Nostalgia Foto Cetak ke Era Digital
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemerintah tengah siapkan regulasi pendirian PFII di Jakarta
• 54 menit lalu
0
thumb
Rehab-Rekon Sumatera Berjalan, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM
• 4 jam lalu
0
thumb
Utamakan Ketahanan Energi Nasional
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.