Tak Hanya Vaksin Malaria, Prabowo Dorong Teknologi Sampah hingga Energi Limbah Sawit

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan riset vaksin malaria yang tengah dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan pemerintah diharapkan dapat memangkas waktu pengembangan vaksin hingga tiga tahun lebih cepat dari jadwal semula.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima laporan Kepala BRIN Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10/2026). 

BACA JUGA:Lagi! Houthi Bombardir Arab Saudi, Kilang Minyak hingga Bandara Jadi Sasaran, Pasokan Energi Dunia Terancam!

Selain riset vaksin, pertemuan itu membahas pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, pengembangan obat herbal, potensi energi dari limbah sawit, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Arif mengungkapkan, BRIN saat ini mengembangkan empat kandidat vaksin malaria. Dukungan penuh dari Presiden diharapkan mempercepat proses penelitian sekaligus mendorong kesiapan produksi vaksin tersebut.

“Bapak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria,” ujar Arif.

BACA JUGA:IHSG Fluktuatif di Tengah Dinamika Pasar, BEI Siapkan Perubahan pada 2027

Pengembangan vaksin malaria tersebut dinilai berpotensi memperkuat kontribusi Indonesia dalam penanggulangan penyakit malaria. 

Salah satu fokus penelitian juga mencakup parasit Plasmodium vivax yang menjadi bagian dari tantangan dalam pengendalian penyakit tersebut.

Selain mengembangkan vaksin, BRIN berupaya memperkuat kemandirian obat nasional melalui riset berbasis bahan herbal. 

Lembaga tersebut menyiapkan 19 kandidat obat herbal yang diarahkan untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.

BACA JUGA:Kasus Kuota Haji Tambahan, Gus Yaqut Sebut BPK Tak Temukan Aliran Dana Satu Sen pun kepadanya

Arif menjelaskan, sejumlah produk herbal yang diteliti BRIN saat ini masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT). Pengembangan berikutnya ditujukan untuk meningkatkan status produk agar dapat masuk ke kategori fitofarmaka.

“Saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” ucapnya.

BRIN Diminta Terapkan Teknologi Pengolahan Sampah

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Staycation Jangan Cuma Rebahan! Ini 3 Aktivitas Wellness yang Bisa Kamu Coba di Delonix Hotel Karawang
• 8 jam lalu
0
thumb
Pemkot Cilegon normalisasi tiga tandon untuk kurangi risiko banjir
• 6 jam lalu
0
thumb
Krizna Fahrezi Buka-bukaan Penyebab Tak Lagi Kerja Bareng Ayu Ting Ting
• 7 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melonjak, Euforia AI Kembali Jelang Rilis Kinerja Alphabet dan Microsoft
• 17 jam lalu
0
thumb
Infografis: 10 Negara Termiskin di Asia
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.