Jakarta, CNBC Indonesia - Uganda digemparkan oleh penangkapan seorang pria bernama Moses Mujurizi yang dituduh membunuh dan memakan 38 orang selama 15 tahun. Kepala Angkatan Pertahanan Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, mengumumkan penangkapan tersebut di tengah penyelidikan atas serangkaian pembunuhan di negara itu.
"Saya senang dapat menginformasikan kepada warga bahwa aparat keamanan telah menangkap sosok jahat bernama Moses Mujurizi. Dia adalah pembunuh berantai dan kanibal terburuk dalam sejarah Uganda," tulis Kainerugaba melalui platform X Senin, seperti dikutip Firstpost, Rabu (28/10/2026).
Dalam informasi tersebut, Kainerugaba menuduh Mujurizi melakukan pembunuhan pada periode 2010-2025 di distrik Masaka, Ibanda, dan Kazo. Ia juga menyatakan bahwa tersangka akan menghadapi persidangan terbuka.
"Kami akan mengadilinya secara terbuka dan pastinya akan mengeksekusinya," tulisnya. Namun, tuduhan terhadap Mujurizi belum dibuktikan di pengadilan sehingga ia tetap berstatus tersangka.
Menurut laporan NDTV, penyelidik menduga pelaku menargetkan satu keluarga sekaligus dengan membobol rumah dan menyerang penghuninya menggunakan parang. Sementara itu, Metro melaporkan dugaan keterlibatan pelaku yang menjebol dinding rumah sebelum melakukan penyerangan.
Salah satu kasus yang disorot berkaitan dengan pembunuhan terhadap sembilan orang yang memiliki hubungan dengan keluarga pendeta Pentakosta Steven Mugambe di distrik Rakai pada Januari 2013, menurut Pulse. Kasus ini muncul di tengah penyelidikan baru atas rangkaian pembunuhan yang pernah meneror wilayah Greater Masaka lebih dari satu dekade lalu.
Investigasi media pada Desember 2013 sebelumnya menyoroti seorang tersangka bernama Fred Mujulizi, yang juga dikenal sebagai Kulaish Kamugisha. Ia dikaitkan dengan serangan di sejumlah wilayah, termasuk Masaka, Rakai, Lyantonde, Sanga, dan Kalisizo.
Laporan terdahulu menyebut sekitar 35 orang tewas dalam serangan serupa di kawasan Greater Masaka sepanjang 2013. Namun, jumlah tersebut belum diverifikasi secara independen sebagai korban yang secara khusus terkait dengan Mujulizi.
Polisi juga pernah menyelidiki dugaan pembunuhan di Masaka dan Rakai pada 2012-2013, termasuk kemungkinan adanya pihak yang membantu tersangka menghindari penahanan.
Secara terpisah, Uganda Radio Network melaporkan bahwa Fred Mujulizi dan Huzairuh Kyambadde dihadapkan ke pengadilan pada 16 Oktober 2026 terkait dakwaan pembunuhan dan perdagangan manusia. Kasus tersebut berhubungan dengan kematian seorang perempuan di Greater Masaka pada 28 September.
Jaksa menduga korban dipancing dengan janji hubungan asmara sebelum dibunuh dalam peristiwa yang dicurigai berkaitan dengan praktik ritual. Menurut Pulse, Mujulizi dan Kyambadde ditahan di Penjara Pusat Masaka hingga 5 November 2026 sambil menunggu kelanjutan proses penyidikan.
Meski terdapat kesamaan wilayah dan dugaan kejahatan, laporan yang tersedia belum memastikan adanya hubungan langsung antara kasus kedua tersangka tersebut dan pengumuman penangkapan Moses Mujurizi. Kainerugaba turut mengunggah foto Mujurizi dalam kondisi diborgol dan memperingatkan pihak lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan serupa.
"Saya punya pesan untuk para pembunuh di Uganda: kami akan memburu kalian," tulisnya.
Hingga kini, rincian bukti fisik yang disebut ditemukan di kediaman tersangka belum diungkapkan secara lengkap. Sementara seluruh tuduhan masih harus diuji melalui proses hukum.
(tfa/sef)





Komentar (0)