Unjuk Rasa di Yogyakarta Berujung Ricuh, Bagaimana Kronologinya?

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS - Unjuk rasa memperingati hari Sumpah Pemuda di Kota Yogyakarta diwarnai kericuhan, Rabu (28/10/2026) malam. Saat unjuk rasa utama di Kawasan Titik Nol Kilometer berakhir tertib dan damai, sekelompok massa yang menuju Jalan Malioboro bentrok dengan polisi.

Awalnya, ribuan pengunjuk rasa dari berbagai elemen kampus, organisasi, kelompok suporter sepak bola, dan masyarakat sipil berkumpul di Kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Rabu siang. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintah, di antaranya desakan untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.

Aksi berjalan tertib dan damai di persimpangan jalan di jantung Kota Yogyakarta tersebut. Arus lalu lintas pun dialihkan ke sejumlah ruas jalan lain.

Setelah berorasi dan menyampaikan tuntutannya, sekitar pukul 17.30 WIB, massa membubarkan diri mengikuti kelompok asal masing-masing. Sebagian peserta aksi yang berjumlah ratusan orang kemudian bergerak menuju Jalan Malioboro.

Di jalan itu, mereka berteriak-teriak mencari anggota ormas. Diduga mereka mencari anggota ormas yang melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di Gedung DPRD DIY pada 20 Oktober 2026.

Baca JugaDemonstrasi di Yogyakarta, Tuntutan Upah Layak Turut Disuarakan

Saat tiba di depan Gedung DPRD DIY, kericuhan pecah. Belum diketahui apa yang memicu kericuhan tersebut, tetapi massa tampak melempar batu dan petasan ke arah gedung.

Bentrokan pun pecah dengan aparat kepolisian yang berjaga di dalam kompleks Gedung DPRD DIY. Setelah beberapa saat, polisi memukul mundur massa dari depan gedung.

Massa lalu bertahan di Jalan Maliboro. Mereka membakar water barrier dan sejumlah barang di tengah jalan. Beberapa kali massa juga melemparkan batu dan petasan ke arah barisan polisi.

Situasi mencekam itu membuat semua toko di sepanjang Jalan Malioboro tutup. Konsentrasi massa terjadi di persimpangan antara Jalan Malioboro dengan Jalan Pajeksan dan Jalan Suryatmajan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, aparat kepolisian maju untuk membubarkan massa. Massa pun buyar, sebagian mundur ke arah Jalan Pajeksan dan sebagian lagi ke Jalan Suryatmajan. Pada pukul 21.00 WIB, situasi mulai berangsur kondusif.

Baca JugaDemo Mahasiswa di Bandung, PHK dan Pengangguran Jadi Sorotan

Saat tiba di depan Gedung DPRD DIY, kericuhan pecah. Belum diketahui apa yang memicu kericuhan tersebut, tetapi massa tampak melempar batu dan petasan ke arah gedung


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Digitalisasi Pungutan Kios dan Los Mulai November 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Persib Belum Bisa Lolos ke Babak 16 Besar ACL 2 meski Malam Ini Menang Atas Melbourne Victory, Ini Alasannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Dewan Pakar Pilih 4 Penerima DPD RI Awards 2026: Perdebatannya Luar Biasa
• 13 jam lalu
0
thumb
KPK Panggil ASN BPK Tersangka Kasus Kasus Suap Proyek Jalur KA Jabar
• 11 jam lalu
0
thumb
Video: Pemerintah Siapkan Program Mudik Gratis Nataru
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.