Laba IPCM Turun 33 Persen hingga Kuartal III Tertekan Kenaikan Harga Bahan Bakar

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penurunan laba terjadi di tengah kenaikan pendapatan dan meningkatnya beban operasional, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar.

Laba IPCM Turun 33 Persen hingga Kuartal III Tertekan Kenaikan Harga Bahan Bakar (Foto: dok IPCM)

IDXChannel - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengantongi laba bersih sebesar Rp94,13 miliar hingga September 2026, turun 33,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp140,67 miliar. 

Penurunan laba terjadi di tengah kenaikan pendapatan dan meningkatnya beban operasional, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar.

Baca Juga:
IPCM Tebar Dividen Final Rp19,3 per Saham, Cek Jadwal Cum Date-nya

"IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan, yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif," kata Direktur Utama Jasa Armada Dwi Rahmad Toto dalam laporan kinerja perseroan yang dipublikasikan, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, pendapatan IPCM mencapai Rp1,15 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 5,33 persen dibandingkan dengan Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Jasa Armada (IPCM) Catat Laba Rp68 Miliar di Semester I, Turun 24 Persen

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi Rp941,23 miliar dari Rp824,30 miliar. Kondisi ini menekan laba bruto IPCM menjadi Rp210,42 miliar, turun dibandingkan dengan Rp269,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun jasa pelayanan kapal masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp1,11 triliun atau sekitar 96,51 persen dari total pendapatan.

Baca Juga:
Dirut Baru IPCM Bakal Perkuat Bisnis Inti dan Sinergi dengan Pelindo Group

Pendapatan jasa penundaan kapal mencapai Rp1,05 triliun, meningkat 7,74 persen secara tahunan. Sementara itu, jasa pemanduan menyumbang Rp58,80 miliar. Pendapatan jasa pengangkutan dan lainnya juga tumbuh 8,70 persen menjadi Rp40,18 miliar.

Per 30 September 2026, total aset IPCM mencapai Rp1,75 triliun, meningkat 1,98 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,71 triliun. Aset lancar naik 5,53 persen menjadi Rp1,07 triliun dari Rp1,02 triliun pada akhir tahun lalu.

IPCM juga mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp165,77 miliar hingga September 2026.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Rupiah Digital, Masa Depan Uang Indonesia
• 22 jam lalu
0
thumb
5 Isi Tuntutan Demo Mahasiswa di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
• 22 jam lalu
0
thumb
Bahlil Ungkap BUK Migas Bakal Punya Kewenangan Besar, Urus Perizinan Terpusat
• 17 jam lalu
0
thumb
Pimpinan DPR Ungkap 4 RUU Prioritas di Masa Sidang II, Ada Perampasan Aset-Ketahanan Siber
• 18 jam lalu
0
thumb
Wall Street Ditutup Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.