Bakom Sebut Aspirasi Mahasiswa Jadi Masukan Pemerintah

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan, pemerintah menghormati dan menghargai aspirasi mahasiswa, termasuk yang disampaikan melalui aksi demonstrasi. Dia menilai aksi demo yang terjadi 28 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin dalam demokrasi.

"Pemerintah menghormati dan menghargai penyampaian aspirasi oleh mahasiswa, termasuk melalui aksi demonstrasi, sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi," kata dia dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Kala Keramaian Demo Monas Jadi Penyelamat Dapur

Pemerintah, kata Syahganda, memahami berbagai perhatian yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Isu yang disoroti mencakup lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.

Dia mengatakan, isu-isu tersebut telah menjadi bagian dari prioritas pemerintah dan ditindaklanjuti melalui berbagai kebijakan serta langkah konkret.

Terkait isu lingkungan, kata Syahganda, pemerintah terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, pemerintah telah mengerahkan 72.303 personel gabungan di enam provinsi, didukung operasi darat, pemadaman udara, patroli, dan modifikasi cuaca.

Pemerintah juga berupaya melindungi masyarakat terdampak, memperkuat pencegahan, dan memastikan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas karhutla.

Hingga 25 Oktober 2026, tercatat 287 laporan polisi terkait perorangan dengan 244 tersangka, serta 104 laporan polisi terkait korporasi dengan 14 korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui langkah operasional di lapangan sekaligus penindakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab," jelasnya.

Terkait isu ekonomi, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan.

Upaya tersebut antara lain tercermin dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen secara tahunan pada semester I 2026. Selain itu, realisasi investasi selama Januari–September 2026 yang mencapai Rp1.539,2 triliun telah menyerap 2,19 juta tenaga kerja langsung.

"Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diikuti peningkatan daya beli, kualitas lapangan kerja, dan pemerataan kesempatan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat," ujar Syahganda.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Membaca Sinyal Danantara di Pasar Saham Jelang RUPSLB BEI, Intip Skenarionya
• 17 jam lalu
0
thumb
Respons Airlangga soal Rupiah Melemah di Rp 18.184 per Dolar AS
• 3 jam lalu
0
thumb
Hujan Redakan Kabut Asap di Palangka Raya, Pakar Ingatkan Ancaman Karhutla Susulan
• 3 jam lalu
0
thumb
Era Nuklir Asean, Singapura hingga Filipina Bersiap Cetak Pekerja Nuklir Global
• 13 jam lalu
0
thumb
Menyusuri Rute TJ Bekasi-Jakarta: dari 6 Pemberhentian, Hanya 2 yang Ada Halte
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.