JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah elemen massa yang terdiri atas mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar turun aksi ke Bundaran HI untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pada Rabu, (28/10/2026).
Aksi massa ini membawa lima tuntutan penting. Aksi yang diusung dalam gerakan Komite Sadar ini melibatkan berbagai BEM Universitas ternama di Indonesia. Kumpulan BEM ini diantaranya BEM UI, BEM UNDIP, BEM UNPAD dan BEM ITB.
Tidak hanya kelompok mahasiswa, aksi ini juga diperkuat kalangan masyarakat sipil yang turut serta menyuarakan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah.
Baca Juga: DITEGUR HAKIM! Nada Suara Saksi Maret Dikritik, saat Jawab Pertanyaan dari Refly Harun soal Ijazah
5 Tuntutan Utama1. Penetapan status bencana nasional ekologis
Massa mendesak pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk bencana ekologis seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Selain itu, percepatan pemulihan pascabencana gempa bumi di NTT dituntut untuk ditangani secara cepat melalui skema penanganan bencana nasional.
2. Pembenahan Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat
Pemerintah didesak membenahkan kondisi ekonomi nasional dengan melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil.
Massa menuntut penghentian atau evaluasi total terhadap program-program yang memakan anggaran besar dan dinilai berpotensi pemborosan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP.
Anggaran raksasa tersebut diharapkan dialihkan untuk memperkuat sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan.
3. Penurunan Biaya Pendidikan dan Pemerataan Akses
Tingginya biaya pendidikan tinggi dan masih terbatasnya akses layanan dasar menjadi sorotan tajam. Massa menuntut adanya penurunan biaya pendidikan secara nyata serta pemerataan akses layanan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
4. Reformasi Hukum dan Pemberantasan KKN
Massa menyoroti kemunduran penegakan hukum dan lambatnya pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Secara spesifik, mereka mendesak peninjauan dan revisi terhadap sejumlah regulasi kontroversial, seperti RUU/UU TNI, KUHP, hingga UU P2SK yang dinilai mencederai semangat reformasi.
5. Perlindungan Kebebasan Berpendapat
BEM UI dan koalisi menyoroti maraknya penyempitan ruang demokrasi, adanya tahanan politik, serta korban kriminalisasi atas hak berpendapat.
Mereka juga mendesak penghentian praktik militerisasi di ruang sipil, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan yang terdampak.
Baca Juga: Pantauan Situasi Terkini Pengamanan Jelang Unjuk Rasa Mahasiswa di Yogyakarta
Hingga sore ini konsentrasi massa masih bertahan di Bundaran HI. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas atau melintasi kawasan Bundaran HI, Tugu Tani, dan sekitarnya untuk mencari jalur alternatif.
Rekayasa lalu lintas telah diberlakukan dengan penutupan beberapa akses menuju Bundaran HI, di antaranya penutupan dari arah Jalan Budi Kemuliaan serta dari arah Jalan Sultan Agung / Sutan Syahrir (Latuharhary) yang menuju Bundaran HI.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dhimas Risang Sri Arya Naratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- 5 tuntutan utama
- koalisi mahasiswa
- masyarakat sipil
- demo
- bundaran HI






Komentar (0)