Rupiah Melemah 1,15 Persen pada Oktober, Dolar AS Tembus Rp 18.184

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan pada akhir Oktober 2026 di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah, penguatan dolar Amerika Serikat (AS), serta arus keluar dana dari pasar negara berkembang. Bank Indonesia (BI) menyebut kebutuhan valuta asing (valas) domestik menjelang akhir bulan turut menambah tekanan terhadap rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (28/10) pukul 15.54, nilai tukar rupiah berada di level Rp 18.184 per dolar AS, naik 28 poin atau 0,15 persen. Kenaikan kurs USD/IDR tersebut menunjukkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pergerakan rupiah dan mata uang kawasan pada Rabu (28/10) masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi, yakni di atas USD 115 per barel, sekaligus meningkatkan risiko fiskal ke depan.

“Pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah. Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas USD115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat,” ujar Erwin dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga AS turut meningkat. Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sentimen risk-off yang memburuk juga mendorong penguatan dolar AS dan arus keluar dana dari pasar negara berkembang atau emerging markets. Tekanan tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi.

Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI turut memengaruhi aliran dana. Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menjadi faktor tambahan yang menekan rupiah.

Meski menghadapi berbagai tekanan tersebut, BI menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara bulanan, rupiah tercatat melemah 1,15 persen.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia masih terjaga. BI mencatat cadangan devisa sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus melakukan intervensi di pasar keuangan melalui sejumlah instrumen. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan pergerakan rupiah tetap sesuai dengan fundamentalnya.

Stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan spot. Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya. Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan spot. BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” kata Erwin.

BI turut memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.

Bank sentral menyatakan koordinasi dan komunikasi dilakukan secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mitchell Baker Bawa Kabar Baik Jelang Timnas Indonesia Berlaga di FIFA Matchday November 2026, Apa Itu?
• 15 jam lalu
0
thumb
Peringati Sumpah Pemuda, DPR: Pentingnya Persatuan Hadapi Ketidakpastian Geopolitik-Ekonomi
• 10 jam lalu
0
thumb
Pemkot Cilegon normalisasi tiga tandon untuk kurangi risiko banjir
• 8 jam lalu
0
thumb
Faizal Hafied Usul Hasil Rampasan Aset Dipakai Bayar Utang Luar Negeri
• 11 jam lalu
0
thumb
"Mata-mata di Kepala" karya Ni Komang Ariani, Cerpen Terbaik Kompas 2025
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.