Liputan6.com, Jakarta - Dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendapat kecaman keras dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Beras yang seharusnya membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau itu diduga dioplos untuk dijual sebagai beras premium demi memperoleh keuntungan.
Amran menyampaikan kecamannya ketika meninjau Toko/Rumah Beras Kayumanis di Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10). Ia menyebut dugaan praktik tersebut sebagai tindakan biadab karena merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati manfaat beras bersubsidi.
Advertisement
“Ini adalah biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, ini dioplos, dirampok ini. Ini biadab ini,” tegas Mentan Amran kepada wartawan di lokasi.
Menurut Amran, pemerintah menggunakan beras SPHP sebagai instrumen untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, terutama agar beras tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, dugaan pengalihan beras bersubsidi menjadi produk yang dipasarkan sebagai beras premium dinilainya mencederai kepentingan rakyat.
Ia mengatakan, praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekaligus mengkhianati perjuangan petani dan pemerintah dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional. Terlebih, upaya meningkatkan produksi dan menjamin ketersediaan beras terus dilakukan di tengah krisis pangan, energi, serta air yang dihadapi dunia.
“Kita ini berjibaku tidak tidur siang malam, dimaki, dicaci maki, kita sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan, energi, dan air. Indonesia alhamdulillah bisa bertahan, tetapi ada orang yang masih tidak punya adab, tidak punya perasaan, beras negara dioplos,” ujarnya.
Amran kembali mengingatkan bahwa beras bersubsidi ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk kelompok ekonomi terbawah. Menurutnya, penyalahgunaan beras tersebut berarti mengambil hak masyarakat untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
“Beras ini untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan, desil 1, 2, 3, 4, bahkan 5. Ini sangat dibutuhkan, tetapi mereka masih bisa melakukan perampokan yang dilakukan ini,” katanya.





Komentar (0)