Penjelasan RS soal Atlet Silat Asal Semarang Meninggal Usai Operasi Jari Tangan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Primaya Hospital Semarang membeberkan kronologi meninggalnya atlet pencak silat Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) pada Rabu (28/10). Ayudiah meninggal sehari setelah menjalani operasi akibat cedera patah tulang pada jari tangannya.

Direktur Primaya Hospital Semarang, dr. Aditya Nugraha, mengatakan Ayudiah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Primaya Hospital Semarang pada Senin (26/10) sore. Ia mengalami patah tulang saat bertanding.

"Setelah itu, pasien dijadwalkan menjalani operasi. Sebelum tindakan operasi, ada sejumlah proses yang harus dilakukan, antara lain pemeriksaan kelayakan operasi, persetujuan tindakan medis, pemeriksaan laboratorium, serta pemberian obat-obatan, termasuk obat untuk mencegah infeksi," ujar Aditya, Rabu (28/10).

Ayudiah kemudian menjalani operasi tulang pada pukul 18.30 WIB dan selesai pada pukul 19.30 WIB. Setelah operasi, tim medis memastikan kondisi kesehatannya baik dan stabil.

"Selama menjalani perawatan, kami masih berkomunikasi dengan pasien dan memberikan obat-obatan seperti biasa. Operasi yang dilakukan juga bukan termasuk operasi mayor," jelasnya.

Namun, pada Rabu (28/10) sekitar pukul 05.30 WIB, petugas mendapati Ayudiah sudah tidak sadarkan diri saat hendak membangunkannya.

"Namun, pasien sudah tidak sadar, tidak ditemukan denyut jantung, dan tidak ada napas," imbuhnya.

Aditya mengaku terkejut dengan kondisi tersebut. Sebab, sebelum meninggal dunia, Ayudiah disebut dalam kondisi sadar dan baik.

"Secara medis, kami juga terkejut dengan kondisi ini. Sebelumnya, kami masih berkomunikasi dengan pasien. Pasien juga masih bisa beraktivitas menggunakan telepon genggamnya," ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Ayudiah. Aditya menyebut masih ada sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri.

"Ada berbagai kemungkinan penyebab yang masih menjadi dugaan. Kami belum bisa memastikan penyebab pastinya karena ada beberapa faktor, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diduga," tegasnya.

Terkait kemungkinan alergi obat, Aditya mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah menanyakan riwayat alergi Ayudiah sejak pertama kali masuk. Saat itu, pasien disebut tidak memiliki riwayat alergi.

"Kami juga sudah bertanya pada orang tua jika Ayudiah tidak memiliki alergi," katanya.

Selain itu, obat yang diberikan setelah operasi sama dengan obat yang diberikan sebelum tindakan. Meski dugaan alergi obat dinilai kecil, pihak rumah sakit tidak sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan tersebut.

"Obat yang diberikan setelah operasi juga sama dengan obat yang diberikan sebelum operasi. Jika memang terdapat alergi terhadap obat tersebut, seharusnya reaksi sudah muncul sejak pemberian obat pada tahap awal, meskipun kemungkinan alergi tetap perlu dipertimbangkan," kata Aditya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Orkestrasi Hilirisasi dan Alarm MSCI
• 22 jam lalu
0
thumb
DKI Perkuat Tata Kelola Kepesertaan JKN agar Tepat Sasaran
• 10 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Singapura Masih Moderat, Hujan di Sumatra Diharapkan Redakan Kabut Asap
• 6 jam lalu
0
thumb
BMKG Rilis Prediksi Cuaca Jakarta Hari ini 28 Oktober 2026, Siap-siap Hujan Deras!
• 9 jam lalu
0
thumb
Pertamina Perkuat Kesiapan Kilang hingga Terminal Usai Bahlil Ubah Aturan Pembelian Minyak
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.