Tel Aviv, tvOnenews.com — Pemilu Israel 2026 yang mempertemukan Benjamin Netanyahu sebagai petahana dengan penantang Gadi Eisenkot membuat angka partisipasi pemilih meningkat.
Bahkan dalam hasil jajak pendapat atau exit poll yang dilakukan sejumlah stasiun televisi Israel menunjukkan persaingan ketat antara Netanyahu vs Eisenkot.
Pemilu kali ini dipandang sebagai salah satu pemungutan suara paling menentukan dalam sejarah Israel. Apalagi, muncul krisis kepercayaan politik terhadap kepemimpinan Benjamin Netanyahu dalam 17 tahun terakhir.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Benjamin Netanyahu dihadapkan pada konflik berkepanjangan, ketidakstabilan politik, serta meningkatnya isolasi internasional.
- REUTERS/Amir Cohen
Tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu sorotan utama dalam Pemilu Israel 2026. Hingga pukul 18.00 waktu setempat, partisipasi tercatat mencapai 77,1 persen, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan pemilihan sebelumnya.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 77,7 persen saat tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat, menurut otoritas Israel. Jumlah tersebut menjadi tingkat partisipasi tertinggi sejak 1999 atau lebih dari dua dekade terakhir.
Dari lebih dari 7 juta warga yang memiliki hak pilih, peningkatan partisipasi juga terlihat di kalangan personel militer yang sedang bertugas. Selain itu, dilaporkan puluhan ribu warga Israel yang tinggal di luar negeri datang untuk menggunakan hak pilih mereka dalam beberapa hari menjelang pemungutan suara.
Sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv dan Haifa, mencatat partisipasi tinggi. Antrean panjang terlihat di sejumlah tempat pemungutan suara, sebuah kondisi yang menurut beberapa analis berpotensi menguntungkan kubu oposisi.
Peningkatan partisipasi juga terjadi di kota-kota yang didominasi warga Arab Israel. Hal ini menjadi perhatian karena sebagian komunitas tersebut memiliki sejarah panjang memboikot pemilihan umum.
Pemilih Muda Berpotensi Menentukan Hasil PemiluSebanyak 640.000 warga dari kalangan Generasi Z dan pemilih pemula berusia 18 hingga 22 tahun tercatat memiliki hak suara. Kelompok usia tersebut mencakup hampir 10 persen dari total pemilih dan berpotensi memengaruhi perebutan hingga 12 dari 120 kursi di Knesset.
Menurut survei Israel Democracy Institute (IDI), sekitar 80 hingga 95 persen pemilih muda menyatakan akan menggunakan hak pilih mereka. Di kalangan warga Arab Israel, angka tersebut tercatat mencapai 87 persen.





Komentar (0)