Senyum Ayu Bisa Kembali Dapatkan Ijazah SMK-nya yang Tertahan 16 Tahun

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap II tahun 2026 kepada 2.810 warga. Total bantuan yang disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Baznas Bazis tersebut mencapai Rp 4.671.693.000.

Salah satu penerima bantuan pemutihan ijazah ialah Ayu Nofita Rahmawati. Ia akhirnya dapat mengambil ijazah SMK yang tertahan selama 16 tahun sejak lulus.

“Alasannya karena ekonomi, dulu ibu kan nyari duitnya sendiri, janda, jadi ya sudah enggak diambil,” kata Ayu saat ditemui kumparan, Rabu (28/10).

Ayu mengaku, selama ini bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ia merasa khawatir untuk melamar pekerjaan lain karena tidak memegang ijazah.

“Belum pernah ya, karena takut ijazahnya ini. Soalnya kan setiap pekerjaan pasti ditanyakan ijazah. Jadi takut duluan buat ngelamar,” ungkapnya.

Ayu sendiri mengetahui program pemutihan ijazah dari temannya. Ia kemudian mengajukan permohonan secara mandiri dengan mengisi data yang diperlukan.

Menurut dia, hanya perlu menunggu sekitar satu minggu hingga ijazahnya bisa diambil.

“Ngisi data-data, sudah itu aja. Alhamdulillah cuma seminggu doang,” jelas Ayu.

Kini, setelah kembali mendapatkan ijazahnya, Ayu mengaku merasakan berbagai emosi sekaligus dan berterima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Campur aduk ya. Susah diungkapinnya, makasih banyak sama Bapak Gubernur yang sudah bantu,” tandas Ayu.

Upaya Pemprov Bantu Warga

Sementara, Pramono mengatakan, program ini ditujukan untuk membantu warga yang belum bisa mengambil ijazah karena terkendala persoalan ekonomi maupun administrasi.

“Tujuannya agar semua masyarakat di Jakarta yang belum bisa mengambil ijazah, mudah-mudahan pemerintah DKI Jakarta bisa hadir untuk membantu mengambil ijazah,” kata Pramono.

Ia mengaku sempat berbincang dengan salah satu penerima bantuan yang telah menunggu ijazahnya selama lebih dari 10 tahun.

Karena itu, dia menilai program pemutihan ijazah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan Baznas (Bazis) DKI Jakarta.

“Program pemutihan ijazah ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada,” tuturnya.

Di antara penerima bantuan tersebut, terdapat warga dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK. Program ini juga menjangkau 289 penerima dari Sanggar Kegiatan Belajar serta tiga siswa sekolah luar biasa (SLB).

Pramono menegaskan, Pemprov DKI berupaya memastikan warga tidak kehilangan akses terhadap ijazah akibat keterbatasan ekonomi.

“Sekali lagi saya berupaya jangan sampai ada yang tidak bisa mengambil ijazah di Jakarta karena persoalan ekonomi, administrasi dan sebagainya. Maka pemerintah hadir bersama dengan Baznas Bazis untuk menyelesaikan itu,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Asap Karhutla dan Ancaman bagi Lukisan Prasejarah di Maros Pangkep
• 19 jam lalu
0
thumb
Syahrini Tak Mau Lepas Tangan Urus Anak, Rela Latihan Konser Usai Si Kecil Tidur hingga Dini Hari
• 2 jam lalu
0
thumb
BEI Buka Peluang IPO usai Demutualisasi, Ini Tahapan yang Harus Dilalui
• 6 menit lalu
0
thumb
Menlu Singapura Minta Bertemu Prabowo, Diterima Sore Ini
• 3 jam lalu
0
thumb
5 Ciri Kepribadian Penyuka Dark Aesthetic
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.