HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 423 karya tulis ilmiah dalam ajang OJK Paper Award (KARISMA) 2026. Jumlah tersebut meningkat 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak program penghargaan bagi peneliti muda itu pertama kali diselenggarakan pada 2021.
Karya-karya yang masuk mengangkat tema “Empowering MSMEs in the Digital Ecosystem to Accelerate Economies of Scale”, yang berfokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekosistem digital untuk mempercepat peningkatan skala usaha.
Peningkatan jumlah karya ilmiah tersebut menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian The 4th OJK International Research Forum (IRF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 26–27 Oktober 2026.
Deputi Komisioner OJK Institute Anung Herlianto mengumumkan tiga karya terbaik dalam ajang tersebut.
Juara pertama diraih Grace Bintang Debora Marpaung dan Arvian Taniar Effendi dari Politeknik Keuangan Negara STAN melalui penelitian berjudul “Price Channel or Quantity Rationing? Interest-Rate Caps and MSME Credit Allocation in Indonesia’s Peer-to-Peer Lending: A Mixed-Methods Evaluation”.
Juara kedua diraih Yohanes Eki Apriliawan dan Bayu Dwi Kurniawan dari Badan Pusat Statistik dan Central South University, Tiongkok. Keduanya mengangkat penelitian berjudul “Bridging the Carbon-Finance Gap: Community Carbon Credit as a Potential Financial Inclusion Pathway for Rural Agricultural MSMEs in Indonesia”.
Sementara itu, juara ketiga diraih Saffanah Calista dan Schalke Anindya Putri dari Universitas Gadjah Mada melalui penelitian “Beyond Access: Are Micro and Small Enterprises Receiving Subsidized Credit More Productive? Lessons Learned from Indonesia”.
Ketiga karya tersebut mengangkat persoalan strategis terkait pembiayaan UMKM, mulai dari alokasi kredit pada layanan pinjaman berbasis teknologi, peluang pembiayaan melalui kredit karbon komunitas, hingga produktivitas usaha mikro dan kecil penerima kredit bersubsidi.
OJK selanjutnya akan mendorong publikasi karya para pemenang melalui International Journal of Financial Systems (IJFS) dan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), setelah melewati proses penelaahan oleh tim editorial.
Pengembangan publikasi ilmiah tersebut merupakan bagian dari upaya OJK memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan sektor jasa keuangan nasional.
Perkuat Ekosistem Riset Keuangan
Selain mengumumkan pemenang KARISMA 2026, OJK juga meluncurkan IJIFS, jurnal ilmiah internasional yang berfokus pada pengembangan sistem keuangan syariah.
Jurnal tersebut melengkapi IJFS yang telah memperoleh akreditasi Sinta 2. Kedua jurnal dipimpin Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, selaku Editor in Chief.
Dalam penutupan IRF 2026, Agusman menekankan bahwa penelitian harus memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor keuangan nasional, termasuk dalam mendukung penguatan regulasi dan pengawasan di tengah perkembangan inovasi keuangan digital.
Menurutnya, riset berbasis bukti diperlukan untuk mengidentifikasi risiko sekaligus memastikan inovasi keuangan berjalan seiring dengan penguatan perlindungan konsumen dan stabilitas sektor keuangan.
Melalui KARISMA dan pengembangan jurnal ilmiah internasional, OJK berupaya memperkuat kolaborasi antara peneliti, regulator, dan industri agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan serta pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia. (edo)






Komentar (0)