Mobil yang tetap bisa berjalan ketika oli mesin habis terdengar sulit dipercaya. Namun pengalaman itu pernah terjadi pada sebuah Volvo 200 series lansiran 1980-an saat mengikuti kegiatan reli dari Jakarta menuju Carita, Banten, pada 1994.
Oddo Harryson, pemilik bengkel spesialis Volvo Vota Motor, menceritakan kejadian tersebut berdasarkan pengalamannya di komunitas Volvo. Mobil itu sempat melaju sekitar belasan kilometer dalam kondisi oli mesin kosong tanpa langsung mengalami kerusakan mesin.
“Dari Jakarta ke Carita itu ada yang tiba-tiba bocor di tengah jalan. Mobilnya 240 atau 244 saya lupa. Kita enggak sadar kalau olinya sudah kosong, tapi masih sanggup jalan sampai kurang lebih 15 kilometer dan mesinnya enggak kenapa-kenapa,” tutur Oddo saat ditemui kumparan di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Kebocoran baru disadari ketika pengemudi berhenti di tempat istirahat. Saat perjalanan berlanjut, suara mesin terdengar semakin berisik sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan serius. Setelah diperiksa, penyebabnya ternyata baut penutup oli terlepas setelah terkena lubang di jalan. Oli mesin pun keluar hingga habis.
Menurut Oddo, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah material mesin Volvo lawas tersebut. Ia menjelaskan, blok mesin mobil itu menggunakan material besi cor yang dikenal kuat daripada bahan aluminium.
“Cuma pas dibilang ada gesekan di internal mesin, pasti ada, tapi ya sekuat itulah. Kapasitas oli mobil itu kalau nggak salah 3,8-4 liter. Mungkin kalau saya enggak berani nyoba di mobil (Volvo) yang tahun 2002 atau 2003, itu sih sudah selesai,” kata dia.
Setelah kebocoran diperbaiki dan oli kembali diisi, suara mesin yang sebelumnya terdengar berisik kembali normal. Oddo menegaskan, pengalaman tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa mesin aman beroperasi tanpa oli.
Oddo mengingatkan, konstruksi mesin mobil yang lebih baru bisa berbeda dari Volvo lawas tersebut. Pemilik kendaraan tetap perlu memastikan oli berada pada level yang sesuai dan segera menangani kebocoran agar mesin tidak mengalami kerusakan.
"Banyak kasus kaya gitu, bolong langsung mesinnya (material aluminium). Mesin sekarang lebih efisiensi bobot, jadi ringan," pungkasnya.






Komentar (0)