Gegara Kalah Taruhan Domino, Dua Kakak Beradik Bacok Teman hingga Tewas di Aceh Barat Daya

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Banda Aceh, VIVA – Permainan batu domino berujung maut di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Dua kakak beradik berinisial MA dan EL ditangkap polisi setelah diduga menganiaya Reimi (24) hingga meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.

Keduanya sempat melarikan diri setelah insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (25/10/26). Namun, pelarian mereka berakhir setelah Satreskrim Polres Abdya menangkap keduanya di wilayah Kecamatan Suak Setia pada Selasa pagi (27/10/26).

Baca Juga :
Meski Masih di Bawah Umur, Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Terancam 15 Tahun Bui
Polres Bangka Barat Beri Peringatan Terakhir ke Penambang Timah Ilegal, 140 Ponton Bakal Disita!

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Abdya, Iptu Maiyudi, mengatakan kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

"Kedua tersangka yang merupakan kakak beradik kami amankan di wilayah Kecamatan Suak Setia setelah sempat buron. Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik," katanya, dikutip Rabu (28/10/26).

MA dan EL diketahui merupakan warga Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Abdya. Kasus penganiayaan tersebut diduga bermula ketika korban bermain domino bersama rekan-rekannya di sebuah gubuk di desa setempat.

Di tengah permainan, Reimi terlibat adu mulut dengan EL karena persoalan taruhan yang mereka kalahkan. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik.

MA yang melihat adiknya terlibat duel spontan ikut membantu. Keributan sempat dilerai oleh teman-teman mereka yang berada di lokasi. Setelah itu, mereka membubarkan diri.

Namun, masalah ternyata belum selesai. Saat dalam perjalanan pulang, Reimi menyadari pelipis mata kirinya mengalami pendarahan. Merasa tidak terima, korban memutuskan kembali ke gubuk tersebut hingga pertikaian kembali pecah dengan kedua kakak beradik itu.

Keributan susulan tersebut berujung fatal. Seorang rekan mereka bernama Mudin yang mengetahui adanya keributan langsung berlari menuju lokasi kejadian.

Setibanya di gubuk, Mudin mendapati Reimi sudah terkapar berlumuran darah. Sementara itu, MA dan EL telah melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

Mudin kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit sekitar pukul 08.30 WIB. Kondisi Reimi yang mengalami pendarahan hebat di bagian kepala membuatnya harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU pada pukul 10.00 WIB.

Namun, nyawa korban tidak tertolong. Tim medis menyatakan Reimi meninggal dunia pada pukul 12.00 WIB.

Baca Juga :
Baru Sehari Ditahan, Eks Bupati Gowa Minta Penangguhan karena Maag Akut
Honda PCX Raib dari Showroom Tambora, Pelaku Ternyata Punya Modus Tak Biasa
Tak Bisa Lewat Jalan Darat, 2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini Kandidat dengan Dana Kampanye Jumbo di Pemilu AS, Ada Orang Islam!
• 11 jam lalu
0
thumb
KSPSI Imbau Mahasiswa Sampaikan Aspirasi 28 Oktober Secara Tertib, Aman, dan Damai
• 17 jam lalu
0
thumb
Barcelona Dijatuhi Denda 602 Euro Atas Kasus Julian Alvarez
• 7 jam lalu
0
thumb
Sahroni Minta Polisi Usut Kasus Montir Ditagih Pajak McLaren: Ini Mengelabui Negara
• 21 jam lalu
0
thumb
Karhutla Kalsel Belum Picu Inflasi, Bandara-Pelabuhan Tetap Beroperasi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.