Jakarta, CNBC Indonesia - Lukisan gua tertua di dunia terancam hilang. Pasalnya lukisan yang ada di Pulau Sulawesi itu ikut terdampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia beberapa bulan terakhir.
Kebakaran hutan itu terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan yang memiliki gua-gua batu kapur dengan seni prasejarah tertua dunia.
Salah satunya kebakaran terjadi dekat gua Maros-Pangkep. Di sana merupakan tempat karya seni berusia 51.200 tahaun yang menggambarkan sosok mirip manusia berinteraksi dengan seekor babi.
Karya seni tua lainnya adalah cetakan tangan berwarna kemerahan berusia 67.800 tahun di gua pulau Muna, lepas pantai Sulawesi.
Pilihan Redaksi
Wajah Manusia Pertama di Dunia Dihidupkan Kembali
Awan Hujan di Atas Kalimantan dan Sumatra Melonjak
Peneliti Universitas Griffith mengungkapkan lukisan-lukisan tua itu terancam rusak berkat panas api sehingga sulit dikenali.
"Dampak pertama dan paling merusak adalah panas. Bahkan tanpa api menyentuh lukisan secara langsung, dapat merusaknya sebab mengubah suhu di sekitar lukisan dan mempercepat proses korosi," kata arkeolog Universitas Griffith, Basran Burhan, dikutip dari Reuters, Rabu (28/10/2026).
"Terdapat jelaga pada lukisan yang menutupnya, jadi lukisan-lukisan menjadi buram dan sulit dikenali," dia menambahkan.
Burhan menegaskan perlu melakukan sesuatu tentang masalah ini. Jika tidak, salah satu bukti sejarah manusia bisa menghilang.
"Jika tidak segera melakukan sesuatu terkait hal ini, jika tidak ada upaya mitigasi taktis mengenai insiden ini, kita akan kehilangan salah satu bukti sejarah manusia paling menakjubkan di Maros-Pangkep. Dan itu sangat disayangkan," ucap Burhan.
Komentar (0)