Sandiaga Ungkap Aksi Saratoga (SRTG) Buka Jalan ke Bisnis Data Center Lewat TBIG

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melihat peluang untuk memperluas eksposur investasinya ke bisnis data center atau pusat data melalui investasinya di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). 

Pemegang saham SRTG sekaligus Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Saratoga kini tengah melirik sektor dan berinvestasi di berbagai industri yang kini tengah bertumbuh. Ia menyontohkan, misalnya, Saratoga kini berinvestasi di saham di Merdeka Grup dan ekonomi hijau melalui PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). 

“Kami (saratoga) juga ada peluang berkembang di sektor data center melalui investasi di TBIG,” kata Sandiaga Uno ketika ditemui penulis Katadata di Jakarta, dikutip Rabu (28/10). 

Bisnis utama TBIG melalui entitas anak mencakup penyewaan ruang di menara telekomunikasi untuk pemasangan antena dan perangkat transmisi sinyal nirkabel. TBIG menjalankan bisnis ini melalui kontrak jangka panjang dengan operator telekomunikasi nirkabel.

Selain itu, TBIG juga menyediakan perangkat Repeater and In Building System (IBS) untuk memperluas jangkauan sinyal telekomunikasi di pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di kawasan perkotaan.

Manajemen TBIG melihat kebutuhan pelanggan yang tidak hanya terbatas pada penyewaan menara, tetapi juga mencakup konektivitas jaringan yang lebih luas. Kebutuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur jaringan fixed broadband yang mampu menyediakan akses internet andal, cepat, dan aman bagi perusahaan maupun individu.

Demi menjawab kebutuhan tersebut, dalam laporannya pada Juli 2026 lalu, manajemen berencana menambah kegiatan usaha melalui entitas anak, TB, dengan mengembangkan layanan Gerbang Akses Internet atau Network Access Point (NAP) yang termasuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 61107.

Layanan NAP akan menghubungkan jaringan distribusi internet lokal dengan infrastruktur backbone internet internasional. Layanan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berbasis protokol internet (IP), terutama bagi penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP), perusahaan, dan institusi melalui skema bisnis antarbisnis (B2B).

TBIG merancang bisnis NAP sebagai penyedia layanan transit internet grosir (wholesale IP transit). Pengembangan bisnis ini akan memanfaatkan potensi sinergi dengan aset Grup, termasuk jaringan serat optik sepanjang sekitar 60.000 km, menara telekomunikasi, data center, hingga entitas anak yang bergerak di bidang penyediaan layanan internet (ISP).

Melalui integrasi aset dan bisnis tersebut, TBIG membidik pasar internal dan pelanggan eksternal, khususnya ISP Tier 2–3 dan segmen korporasi.

“Pengembangan bisnis NAP tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun tambahan investasi yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang belum memiliki jaringan menara telekomunikasi dan backbone jaringan serat optik,” tulis manajemen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebut Kasus Perzinaannya Hanya Masalah Rumah Tangga Biasa, Insanul Fahmi ke Mawa: Dilebih-lebihkan
• 11 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Mengejutkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M, Ngaku Ketiduran Tak Sadar Injak Pedal Gas
• 18 jam lalu
0
thumb
Imbas Kenaikan Industri Otomotif, AOP Cetak Laba Bersih Rp1,80 T
• 1 jam lalu
0
thumb
Rencana Aksi 28 Oktober di Yogyakarta, Pangdam Mataram: Kita Harap Damai, Jangan Anarkis
• 12 jam lalu
0
thumb
Cha Woo Min dan Dahyun TWICE Akan Tampil di Film Romantis Baru
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.