Menteri Indonesia Ramai-Ramai Ancam Singapura, Pakar: Terlalu Emosional dan Destruktif

kompas.tv
10 jam lalu
Cover Berita
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk menggelar konferensi pers bersama setelah pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Sumber: AP Photo/Achmad Ibrahim)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hubungan internasional sekaligus Co-founder Synergy Policies Dinna Prapto Raharjo mengkritik komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang terkesan mengecam Singapura belakangan ini.

Dinna menilai komunikasi agresif tersebut tidak terlepas dari kabut asap lintas perbatasan yang dikeluhkan negara tetangga. Terlebih, sejumlah menteri berturut-turut menyinggung Singapura setelah dampak kabut asap lintas perbatasan dikeluhkan.

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengumumkan pemangkasan ekspor gas alam ke Singapura di tengah kritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kendati Bahlil beralasan pemangkasan tersebut demi mencukupi kebutuhan dalam negeri, berbagai pihak mempertanyakan komunikasi Menteri ESDM yang terkesan agresif terhadap negara tetangga.

"Sebenarnya terlalu emosional kalau kemudian menteri yang urusannya bukan diplomasi langsung mengeluarkan statement yang menurut saya sangat destruktif dalam kondisi sekarang ini," kata Dinna dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Selasa (27/10/2026).

"Akhirnya, pokok masalahnya menjadi enggak nampak, menjadi pudar, yang muncul itu emosi yang berkobar-kobar."

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Risiko Polemik Gas Singapura: Negara Lain Bisa Cari Mitra Alternatif

Dinna menambahkan, pernyataan-pernyataan menteri tersebut seakan mengalihkan perhatian publik dari penanganan karhutla yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Penasihat kebijakan publik itu pun menilai komunikasi yang dilakukan menteri-menteri Prabowo justru menciptakan masalah baru saat kebakaran hutan belum padam.

"Kalau saya sih menyimpulkannya, justru di tengah situasi yang belum kelihatan titik terangnya, apakah yang terjadi adalah mengalihkan kemarahan rakyat Indonesia kepada pemerintah kepada negara lain?" kata Dinna.

"Sehingga masalah ini tampaknya kemudian menjadi satu urusan negara dan ini sebenarnya sangat keliru, karena kita sebenarnya mengobarkan masalah baru saat masalah pokok itu belum selesai."

Meskipun demikian, Dinna berharap kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan ke Jakarta pada Selasa (27/10) sore dapat mendingingkan situasi diplomatik.

Pertemuan bilateral antara Menlu Singapura dan Menlu RI Arrmanatha Nasir diharapkan dapat menjaga hubungan Indonesia dengan mitra di ASEAN. 

Komentar menteri Prabowo

Sebelumnya, sejumlah menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih ramai-ramai menyinggung Singapura setelah negara tersebut mengeluhkan dampak kabut asap karhutla.

Pada Kamis (22/10), sebelum Indonesia mengumumkan pemangkasan ekspor gas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak segan memutus kerja sama energi dengan negara yang dianggap tidak menghargai Indonesia.

“Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” kata Bahlil.

Kemudian, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan Indonesia telah berupaya keras dalam penanganan karhutla. Zulhas pun memperingatkan bahwa Indonesia "berbahaya" jika marah terhadap negara tetangga.

"Bahwa ada negara tetangga yang menghina-hina kita, kita ini bangsa yang satu, bangsa yang baik, tetapi hati-hati kalau kita sudah marah juga bahaya," kata Zulhas di Nganjuk, Minggu (25/10).

Sementara itu, dalam unggahan di media sosial pada Selasa (27/10) Menkomdigi Meutya Hafid mengingatkan bahwa mayoritas Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Singapura melalui perairan di Indonesia.

"Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh," kata Meutya Hafid.

Baca Juga: Bahlil Kritik Singapura Usai Pangkas Ekspor Gas: Harus Sama-Sama Menghargai

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • singapura
  • menteri indonesia ancam singapura
  • kebakaran hutan dan lahan
  • menteri prabowo ancam singapura
  • ekspor gas singapura dipangkas
  • hubungan indonesia singapura
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Debat Andi Azwan Vs Mikhael Sinaga soal Roy-Tifa Desak Jokowi Bawa Ijazah Asli ke Sidang
• 17 jam lalu
0
thumb
Peringatan BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini
• 9 jam lalu
0
thumb
Meutya Hafid Ungkap Risiko Kabel Laut Singapura, 80 Persen Konektivitas Bisa Terdampak
• 3 jam lalu
0
thumb
BRIN Lapor Prabowo Limbah Sawit Berpotensi Hasilkan Listrik
• 16 jam lalu
0
thumb
Sherina Munaf Pelajari Ulang Stoicism lewat Peran Nea di Film Filosofi Teras
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.