JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memeriksa Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, terkait kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan, pada Sabtu (27/10/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, dalam pemeriksaan tersebut pihaknya turut menyita sejumlah dokumen proyek pengadaan barang dan jasa.
"Tadi penyidik melakukan penyitaan atas dokumen-dokumen pengadaan barang dan jasa," kata Budi, pada Selasa.
Baca Juga: 2 Prajurit Aktif Diduga Terlibat Kasus Korupsi BNPB, TNI Pastikan Tindak Lanjuti Informasi KPK
Menurut penjelasannya, dokumen-dokumen tersebut dibawa Sestama BNPB itu dalam dua tas.
"Isi dari tas itu adalah beberapa dokumen yang berkaitan dengan proyek-proyek yang dikerjakan oleh para tersangka," kata Budi, dikutip dari Antara.
Kasus korupsi di lingkungan BNPB diungkap KPK melalui operasi tangkap tangan atau OTT pada Selasa (13/10/2026).
Operasi senyap terkait korupsi pengadaan barang dan jasa diduga bersumber dari dana siap pakai untuk penanganan bencana.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sebanyak 14 orang. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya telah ditetapkan tersangka.
Kelima tersangka masing-masing berinisial BMS selaku tenaga ahli Kepala Badan BNPB sekaligus adik dari eks Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Kemudian inisial RIC selaku tenaga ahli Kepala Badan BNPB saat itu, GBS selaku PPK sekaligus Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB, SNG selaku pihak swasta, dan GER selaku pihak swasta.
Lembaga antirasuah mulai memeriksa saksi perkara tersebut pada Selasa ini, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan tujuh orang lainnya.
Baca Juga: KPK Ungkap Pengadaan Tenda, Selimut, hingga Perahu Karet BNPB Diduga Turut Dikorupsi
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV/Antara.
- kpk
- sestama bnpb
- kpk periksa sestama bnpb
- sita dokumen
- pengadaan barang dan jasa
- kasus korupsi bnpb






Komentar (0)