Jakarta: Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren dirancang untuk memastikan para santri mendapatkan asupan gizi seimbang. Sehingga, program ini bukan sekadar pemenuhan porsi makanan.
"Kalau hanya memberi makan, saya rasa Kiai Izzat (Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom) dan Kiai Anang (Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor) sudah terbiasa. Tetapi ketika makanan itu harus bergizi, pasti ada serat, sayur-mayur, buah-buahan, karbohidrat, juga protein nabati dan hewani," ujar Mariman dalam Agenda Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Baca Juga :
Mariman memaparkan, program MBG kini telah menjangkau lebih dari 57 juta penerima manfaat dengan dukungan puluhan ribu satuan pelayanan dapur di seluruh Indonesia. Sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan 68 tahun Pondok Pesantren Baitul Arqom. Pesantren alumni Gontor pertama ini menyambut baik hadirnya program MBG di tengah beragamnya latar belakang ekonomi keluarga santri, mulai dari anak petani, pedagang, hingga anak yatim.
"Kami berterima kasih karena anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi. Di antara mereka ada anak-anak yatim, anak-anak petani, dan anak-anak pedagang," kata Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom KH Izzat Fahd.
Agenda Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Izzat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi para santri tanpa mengurangi keterjangkauan akses pendidikan. Dia berkomitmen untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang bersahabat dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa mengurangi mutu.
"Alhamdulillah, hingga usia 68 tahun ini, kami mohon doa agar Pondok Pesantren Baitul Arqom senantiasa dapat memberikan sumbangsih dan semangat perjuangan kepada anak-anak dalam pendidikan, karena anak-anak inilah masa depan kita," tutur Izzat.
Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) KH Anang Rikza Masyhadi mengapresiasi ketahanan dan kemandirian Baitul Arqom yang kini berkembang mengelola kawasan seluas 16 hektare. Termasuk 12 hektare lahan sawah produktif sebagai penopang keberlangsungan pendidikan dan kemandirian lembaga.





Komentar (0)