Tak Sudi Keluar Rp 36 Juta, Pria Ini Sulap Toilet Jadi Kapal Penyeberang Laut

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Seorang pria asal Australia Selatan menjadi viral setelah menyeberangi perairan sepanjang 20 kilometer dengan rakit buatannya sendiri untuk mengangkut barang yang sangat dibutuhkannya.

Tagihan transportasi yang sangat mahal ternyata cukup untuk memicu kecerdikan khas warga Australia.

Alih-alih membayar ribuan dolar untuk mengirim toilet luar ruangan ke Pulau Kangaroo, seorang tukang bangunan bernama Alex Craig bersama seorang temannya merancang rakit, menyalakan pemanggang barbeku, lalu mengapungkan “dunny” tersebut sejauh 20 kilometer melintasi laut.

“Saya akan mulai membangun sebuah bangunan di sana,” katanya kepada The Epoch Times.

“Dan saya membutuhkan toilet untuk lokasi proyek. Saya tidak bisa menemukannya di sana, jadi saya berpikir, ‘Oh, saya akan membawa satu ke sana.’

“Jadi, ya, saya pikir saya bisa membuatnya sendiri dengan biaya lebih murah dan membawanya menyeberang.”

Biaya untuk menyeberangi perairan sempit dari daratan utama Australia Selatan menuju destinasi wisata populer tersebut mencapai sekitar US$2.000 (sekitar Rp36 juta)—harga yang dianggap terlalu mahal oleh tukang bangunan itu.

Bersama temannya, Paul Graham, Craig menyusun rencana untuk membuat rakit dan mengangkut toilet tersebut dari Port Jervis, melewati Selat Backstairs Passage, lalu mendarat di Christmas Cove.

Rakit kecil itu dilengkapi pemanggang barbeku portabel untuk memasak sosis selama perjalanan bergelombang yang memakan waktu empat jam. Craig menggambarkan fasilitas tersebut sebagai sesuatu yang “lebih baik daripada tidak ada apa-apa ketika berada di tengah laut.”

Namun, perjalanan itu tidak sepenuhnya berbahaya seperti yang terlihat. Craig melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain menarik sekoci penyelamat di belakang rakit buatannya yang berukuran panjang 6,5 meter, mengenakan jaket pelampung, dan membawa perangkat radio di atas rakit.

“[Untuk] membuat rakitnya, mungkin dibutuhkan waktu sekitar satu hari,” katanya kepada The Epoch Times.

“Untuk toiletnya sendiri, mungkin saya membutuhkan waktu beberapa hari, dikerjakan sedikit demi sedikit di sela-sela pekerjaan lain.”

Craig juga menyarankan agar orang lain tidak mencoba melakukan aksi serupa di rumah.

Tukang bangunan tersebut memang memiliki pengalaman dalam membuat berbagai konstruksi. Baru-baru ini, ia juga membuka kafe tepi pantai bertema bahari bernama The Screaming Seagull di Pantai O’Sullivan.

Kafe itu dilengkapi perahu kayu tua yang diselamatkan Craig dan dipotong-potong untuk dijadikan bar, tempat duduk di bagian luar, serta sebuah jet ski tanpa mesin yang dapat digunakan anak-anak untuk bermain.

Bagi Craig, ia membiarkan dirinya mengikuti ke mana pun arus kehidupan membawanya dan tidak pernah melewatkan kesempatan yang datang.

“Kedai kopi yang baru saja saya buka ini, misalnya, sama sekali tidak pernah masuk dalam rencana saya,” katanya.

“Saya benar-benar sudah menjadi tukang bangunan sepanjang hidup saya. Dan, ya, saya tidak pernah menyangka akan membuka usaha seperti itu.”

Tentang Pulau Kangaroo

Pulau Kangaroo dikenal dengan julukannya, KI. Pulau ini merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Australia, dengan jumlah pengunjung lebih dari 200.000 orang setiap tahun.

Pulau tersebut memiliki kawasan cagar alam, formasi bebatuan yang menakjubkan, fosil, serta beragam satwa liar, termasuk kanguru dan singa laut Australia.

Pulau Kangaroo juga menjadi lokasi suaka lebah tertua di dunia. Suaka tersebut memiliki satu-satunya varietas lebah ras murni, yaitu lebah Liguria.

Sumber : Theepochtimes.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Museum Perbendaharaan Ajak Warga Pahami Kelola APBN
• 2 jam lalu
0
thumb
Endy Arfian Beli Banyak Parfum demi Perankan Dua Karakter di Kembar Tak Sama
• 7 jam lalu
0
thumb
Kementan Minta Bulog dan ID Food Serap Telur Peternak Rp 30 Miliar
• 3 jam lalu
0
thumb
⁠Cara Pramono Tanpa Drama Agar Sampah Bantargebang Dikelola DKI-Bekasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Ada Diskon Tiket Pesawat 11%-13% saat Nataru, Ini Jadwalnya!
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.