Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah melihat peluang untuk menarik investasi family office ke Bali. Namun, kepastian hukum masih menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan calon investor kepada pemerintah.
Luhut menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Gedung Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Selasa (27/10). Ia mengatakan sejumlah pemilik modal, termasuk dari Timur Tengah, telah menemuinya dan menyatakan ketertarikan untuk mempertimbangkan investasi di Indonesia, khususnya Bali.
“Padahal, mereka sudah banyak sekali yang ketemu saya, orang-orang yang punya uang banyak, baik orang Timur Tengah sendiri, mereka pengin mempertimbangkan untuk serius masuk di Indonesia, dan mereka spesifik menjelaskan Bali, karena mereka masalah keamanan,” kata Luhut.
Kepastian hukum menjadi perhatian calon investor yang mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan penempatan dana. Karena itu, Luhut menilai pemerintah perlu segera menindaklanjuti pembahasan mengenai kepastian hukum agar peluang investasi tersebut tidak beralih ke negara lain.
“Tapi di situ selalu di mereka katakan, 'Bagaimana kepastian hukum?' Itu pertanyaan-pertanyaan yang terus,” ungkapnya.
Luhut juga mencontohkan Singapura sebagai salah satu negara yang telah menarik dana dalam jumlah besar melalui family office. Ia menyebut dana yang masuk ke Singapura dapat menjadi gambaran potensi yang ingin dimanfaatkan Indonesia.
“Nah, family office yang di Bali itu, di luar negeri seperti Singapura, itu dalam satu kuartal saja, Singapura contoh itu 30 miliar dolar bisa masuk di sana,” kata Luhut.
Ia mengatakan ketidakpastian situasi geopolitik dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investor yang mencari tempat aman untuk menempatkan dananya. Menurutnya, pemerintah perlu memanfaatkan peluang tersebut dengan memperhatikan kebutuhan investor, termasuk kepastian hukum.
“Nah, ini balik-balik lagi ke kepastian hukum. Orang tadi yang tidak nyaman di Timur Tengah karena perang antara satu negara dengan negara lain, dia mencari tempat di mana yang paling aman untuk taruh duitnya,” tutup Luhut.






Komentar (0)