Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan beragam strategi guna mencapai target lifting minyak nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) di tahun 2027. Target tersebut meningkat sebesar 2.500 bph jika dibanding target tahun sebelumnya.
Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rikky Rahmat Firdaus menjelaskan strategi tersebut telah disampaikan kepada para pimpinan perusahaan migas dalam agenda 'CEO Forum'.
"Ini kami baru melaksanakan CEO Forum dan kami melihat trennya 3 tahun terakhir kita selalu di 97%. Makanya Pak Kepala, kita ingin merubah mindset para CEO nih. Jadi, untuk angka technical kita ingin coba achieve. Lagi saat ini sedang berjalan 2 bulan gitu ya dan nanti kita ingin mereka merubah mindset, apa lagi yang bisa diusahakan sehingga targetnya bisa ya 625-630 sehingga nanti harapannya 2027-nya kita achieve 612.500," ungkap Riki saat ditemui dalam gelaran 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2027).
Untuk mencapai target tersebut, Rikky mengatakan SKK Migas mengakselerasi kegiatan eksplorasi melalui inisiatif Triple 100 yang mulai didorong pada akhir 2025. Program tersebut mencakup 100 sumur eksplorasi yang dibagi ke dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik dan potensi pengembangannya.
Salah satu klaster yang menjadi perhatian adalah Infrastructure-Led Exploration (ILX), yakni kegiatan eksplorasi yang berdekatan dengan infrastruktur migas yang telah tersedia. Melalui pendekatan ini, SKK Migas mendorong percepatan pengerjaan sumur agar hasil eksplorasi dapat segera berkontribusi terhadap tambahan produksi.
"Lalu ada yang sifatnya big one, high-impact well. Nah, ini juga kita minta supaya diutamakan, disegerakan karena ini meng-unlock prospek-prospek daerah barulah. Nah, ini ada kita identify ada 12 sumur yang berdampak hampir 2,6 billion. Ini juga jadi satu hal dan kita ingin apa pastikan dieksekusilah," jelasnya.
Rikky menambahkan, percepatan pengeboran sumur berdampak tinggi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan frontier, sekaligus menarik investor untuk masuk ke sektor hulu migas Indonesia.
Dalam pelaksanaan program Triple 100, SKK Migas juga mengandalkan kontribusi Pertamina Group. Dari total 100 sumur eksplorasi yang masuk dalam program tersebut, sebanyak 38 sumur berasal dari Pertamina Group, sedangkan sisanya dikerjakan oleh kontraktor non-Pertamina.
Salah satu sumur yang menjadi perhatian SKK Migas adalah Banyu Geni di Jawa Timur. Rikky mendorong agar pengeboran sumur tersebut segera dimulai karena hasilnya berpotensi membuka peluang penambahan produksi minyak dan gas bumi.
"Jadi Pertamina ini kita tunggu sekali bulan depan sumur yang ada di daerah Jawa Timur, namanya sumur Banyu Geni. Itu something yang harus kita lihat. Itu saya push untuk bisa ditajak. Karena itu dampaknya kalau itu ada hasilnya membuka opportunity tambahan produksi," ungkapnya.
Baca Juga: SKK Migas Bidik 2,2 Miliar Barel Minyak dari 12 Sumur High-Impact di 2026
Baca Juga: Usai Cilamaya, SKK Migas Ungkap Dua Proyek Kilang LPG Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Selain Banyu Geni, SKK Migas juga menantikan realisasi kegiatan pada sumur Pertamina East Natuna yang berada di lepas pantai. Proyek tersebut membutuhkan investasi besar dan menjadi salah satu potensi yang diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor hulu migas nasional.
"Lalu sumur Pertamina berikutnya adalah sumur yang ada di tengah laut, sumur besar namanya Pertamina East Natuna. Nah, ini juga investasi Pertamina sangat besar di situ dan itu juga bagian yang kita tunggu untuk direalisasikan. Mungkin informasi yang saya peroleh mungkin masih di awal tahun 2027," pungkas Rikky.






Komentar (0)