PT KAI Daop 8 Surabaya mulai persiapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 dengan meningkatkan keamanan di 15 perlintasan sebidang.
Mahendro Trang Bawono Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan aspek keselamatan perjalanan jadi fokus utama, khususnya di perlintasan sebidang.
“Meskipun Nataru masih 2 bulan lagi ya, tapi persiapannya sudah kita cicil mulai saat ini. Untuk perlintasan sebidang tahun ini kami rencanakan ada 15 titik di seluruh wilayah Daop 8 akan ditingkatkan fasilitas kesalamatan. Jika belum ada posnya, kita buatkan pos. Kalau dia belum ada palangnya, kita kasih palang, ada 15 titik,” kata Mahendro pada Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 15 titik perlintasan sebidang yang menjadi prioritas itu tersebar di beberapa daerah yaitu Surabaya, Lamongan, Mojokerto, hingga Sidoarjo.
Berdasarkan catatan Daop 8, seharusnya ada 110 titik perlintasan yang diajukan untuk peningkatan keamanan, namun target hingga akhir tahun baru 15 titik yang terrealisasi.
“Jadi memang secara bertahap akan dipenuhi 100 sekian itu, tetapi untuk hampir akhir tahun ini kami target kami 15 dulu,” ujarnya.
Selain peningkatan perlintasan sebidang, KAI Daop 8 juga menyiagakan 24 petugas khusus di 17 jalur perlintasan langsung (JPL) wilayah Lamongan untuk penjagaan 24 jam.
Mahendro Trang Bawono Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya saat diwawancarai awak media, Selasa (27/10/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.netDaop 8 juga memetakan sejumlah daerah pantauan khusus (DPTK) mengantisipasi potensi gangguan cuaca ekstrem dan banjir.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, ada lima titik rawan yang terus dipantau, terutama di jalur lintas selatan seperti Porong, serta wilayah selatan Malang seperti Garum dan Karangkates.
”Untuk titik rawan atau daerah pantauan khusus secara tahunan sudah kami petakan. Nanti mendekati masa angkutan Nataru tinggal kita verifikasi kembali apakah titiknya masih sama atau perlu ada penambahan,” jelasnya.
Peningkatan prasarana seperti perbaikan dan penggantian rel itu ditargetkan selesai pada awal Desember sebelum memasuki masa angkutan Nataru.
“Target kami sebelum Nataru sudah selesai, karena ada penambahan perjalanan kereta api. Harapannya dengan ada peningkatan keselamatan di 15 titik tersebut dapat semakin menjamin keselamatan perjalanan kereta,” jelasnya.
Sementara penambahan angkutan kereta api, Daop 8 masih melakukan pembahasan secara menyeluruh.
“Jadi tidak bisa kita lihat parsial hanya di Daop 8. Namun demikian, ketersediaan sarananya apakah juga dipakai di daop lain atau gimana, nanti kita info,” tutupnya. (lta/saf/ipg)





Komentar (0)