Grid.ID - Aktor Ari Irham mengungkapkan tantangan yang dihadapinya saat membintangi film horor Hajatan Setan. Dalam film tersebut, Ari berperan sebagai Gaung dan harus menjalani sejumlah adegan yang cukup menguras tenaga, termasuk adegan kesurupan yang menjadi pengalaman pertamanya selama berakting di film.
Ari mengaku, proses menjalani adegan dalam film tersebut tidaklah mudah. Selain harus mendalami karakter, ia juga perlu menjalani proses tata rias khusus dengan efek visual yang cukup kompleks untuk mendukung penampilannya di layar.
"Nah, itu itu lumayan cukup berat tuh karena ada beberapa adegan-adegan di sini tuh yang pakai sling dan juga make up-nya full heavy banget efeknya di muka dan juga ada pakai softlens, ada pakai prostetik-prostetik di muka gitu. Jadi lumayan cukup berat sih," ujar Ari Irham di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (27/8/2026).
Salah satu tantangan yang dirasakan Ari selama menjalani proses syuting Hajatan Setan adalah penggunaan makeup khusus yang membutuhkan waktu cukup lama.
Untuk mendapatkan tampilan karakter sesuai kebutuhan cerita, Ari harus menjalani proses makeup dengan efek khusus, mulai dari penggunaan softlens hingga prostetik pada bagian wajah. Bahkan, persiapan makeup tersebut bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga jam.
"Itu persiapan make up aja bisa hampir 3 jam apa 2 jam gitu untuk itu. Dan lumayan repot karena ada beberapa adegan yang harus lepas make up, terus pakai muka yang clean, terus make up lagi, pakai muka yang clean lagi gitu. Jadi itu lumayan cukup time consuming-lah kalau misalkan bisa dibilang," katanya.
Selain proses makeup yang rumit, Ari Irham juga menghadapi tantangan lain ketika harus memerankan adegan kesurupan sebagai Gaung. Ari mengungkapkan bahwa adegan kesurupan dalam Hajatan Setan menjadi pengalaman pertamanya melakukan adegan serupa di film.
"Kayaknya ini pertama kali deh adegan kesurupan di film ini," ujarnya.
Menurut Ari, memerankan seseorang yang mengalami kesurupan bukanlah hal yang mudah. Ia harus membayangkan dan menentukan interpretasi gerakan serta ekspresi yang sesuai dengan sosok makhluk dalam cerita.
Kesulitannya bertambah karena entitas yang muncul dalam Hajatan Setan memiliki bentuk dan karakteristik yang cukup sulit untuk diinterpretasikan melalui akting.
"Berat banget sih karena yang ada di kepala imajinasinya pasti adalah ya interpretasi sendiri masing-masing gitu kesurupannya kayak apa gitu. Tapi kan ini entitasnya, si entitas yang ada di film Hajatan Setan ini, bisa dibilang gimana ya, bentukannya tuh lumayan cukup susah untuk diinterpretasikan gitu kalau misalnya kerasukan sama makhluk yang ada di film ini," ungkap Ari.
Meski mengalami kesulitan, Ari bersyukur mendapat bantuan dari rekan-rekannya selama berada di lokasi syuting. Ia juga mendapat arahan dari Eko untuk memahami bagaimana adegan kesurupan tersebut harus diperankan.
Berkat bantuan dan arahan tersebut, Ari merasa proses menjalani adegan yang menjadi pengalaman pertamanya itu dapat berjalan dengan baik.
"Tapi alhamdulillahnya ada bantuan dari teman-teman yang ada di lokasi, bantuan dari Mas Eko juga untuk men-direct aku kesurupannya kayak apa gitu. Jadi alhamdulillah berjalan dengan lancar semuanya," tutur Ari Irham.
Banyaknya adegan kesurupan yang harus dijalani juga membuat Ari merasa sangat kelelahan selama proses syuting Hajatan Setan.
Ia menegaskan bahwa adegan tersebut tidak hanya muncul sekali, melainkan beberapa kali sepanjang film. Hal itu membuatnya harus berulang kali mengerahkan tenaga untuk menampilkan karakter Gaung sesuai kebutuhan cerita.
"Wah, capek banget, capek banget. Itu karena parah banget karena adegannya lumayan cukup banyak lagi kesurupannya, enggak cuma satu," jelasnya.
Sementara itu, film yang diproduksi oleh MBK Productions & DRIAS Film ini baru saja merilis official poster dan trailer, rencana film Hajatan Setan tersebut akan tayang di bioskop mulai 3 Desember 2026.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)