Kompetisi Matematika Jadi Ajang Asah Logika dan Berpikir Kritis

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG -- Kompetisi matematika lintas jenjang pendidikan menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir logis, kritis, dan memecahkan masalah. Kemampuan tersebut diuji melalui The Genius Math League 2026 yang mempertemukan peserta dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.

Kompetisi yang diselenggarakan TechConnect tersebut memasuki babak final di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (23/10/2026). Berbeda dari kompetisi yang dibatasi berdasarkan jenjang pendidikan, ajang ini memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai tingkat pendidikan untuk berkompetisi dalam kategori individu maupun beregu.

Baca Juga
  • Belajar Matematika Lebih Menyenangkan Lewat Penguatan Numerasi Sekolah
  • Pelajar hingga Mahasiswa Adu Kemampuan Matematika di TGML 2026

The Genius Math League 2026 dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam mengolah informasi, mengenali pola, menentukan strategi, dan menyelesaikan persoalan matematika. Selain ketepatan jawaban, peserta dituntut mampu berpikir cepat dan mempertahankan konsentrasi dalam waktu terbatas.

Pada kategori Individual Championship, peserta menghadapi tiga ronde, yakni The Immortal Seven, The Genius Grid, dan The Final Countdown. Ketiga ronde tersebut menguji ketelitian, kecepatan berpikir, serta kemampuan menentukan pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan soal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, kategori Team Championship terdiri atas tiga ronde, yaitu Trinity Rush, The Codebreakers, dan The Crown Clash. Dalam kategori ini, kemampuan matematika dipadukan dengan kerja sama tim, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Rangkaian kompetisi tersebut menempatkan matematika bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga sebagai sarana melatih cara berpikir yang terstruktur. Keterampilan seperti analisis informasi, pengenalan pola, dan pemecahan masalah menjadi aspek yang diuji sepanjang pertandingan.

Pada kategori individu, Kent Marcello Cendekia dari SMP Kesatuan Bangsa Yogyakarta berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Lim, Jovan Valencio dari SMA Karangturi Semarang, sedangkan Harrison Matthew Tanuwijaya dari SMAK 3 Penabur Jakarta meraih juara ketiga.

Kent mengatakan, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berbeda karena peserta harus menggabungkan kecepatan berpikir dengan ketelitian. Menurut Kent, tantangan dalam setiap ronde mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan matematika.

"Menurut saya, rangkaian The Genius Math League 2026 sangat menarik, karena memberikan tantangan yang berbeda, kita harus bisa berpikir cepat sekaligus tetap teliti dalam menyelesaikan soal,” ujar Kent berdasarkan siaran pers, Selasa (27/10/2026).

Pada kategori beregu, Regional Semarang keluar sebagai juara pertama. Tim tersebut diperkuat Steven Endrajaya dari SMP RUSHD Semarang, Lim, Jovan Valencio dari SMA Karangturi Semarang, serta Nada Jenna Sasmaya dari SMP Semesta Bilingual Boarding School Semarang.

Juara kedua diraih Regional Tangerang yang beranggotakan Harrison Matthew Tanuwijaya dari SMAK 3 Penabur Jakarta, Michael Magica Ang dari SMAK BPK Penabur Bandar Lampung, dan Mikhael Francis Wisanggeni dari Sekolah Dian Harapan Global Bintaro. Sementara itu, Regional Yogyakarta menempati posisi ketiga melalui Radam Gumelar dari Universitas Airlangga, Kent Marcello Cendekia dari SMP Kesatuan Bangsa Yogyakarta, dan Alvaro Allinson Kristanto dari SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta.

Selain menetapkan juara individu dan beregu, panitia memberikan penghargaan kepada peserta favorit. Peter Euan Ridjab dari SMP Kolese Kanisius Bandung terpilih sebagai Individu Favorit.

Penghargaan Tim Favorit diraih Regional Surabaya yang terdiri atas Mohammad Rozi Badrus dari UIN Malang, Geofrey Alexander Chandra dari SMP Kristen Petra 3, dan Ethan Mark Jusuf dari SD KR Elyon. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Ibu Harrison Matthew Tanuwijaya, Henny, mengaku bersyukur atas pencapaian anaknya dalam kompetisi tersebut. Henny berharap keberhasilan para peserta dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus belajar dengan memanfaatkan kemudahan akses informasi dan teknologi.

"Saya sangat senang dan mengucap syukur atas pencapaian Harrison, saya juga berharap untuk anak anak Indonesia terus berusaha untuk maju, walaupun ada keterbatasan, namun saat ini semua informasi dan buku pelajaran mudah di dapat, dengan memanfaakan perkembangan teknologi seperti internet dan lain lain, asalkan ada kemauan disitu ada jalan, dan semoga kalian dapat berhasil seperti Harrison" ujar Henny.

Selain pertandingan, penyelenggara menghadirkan sesi Math & Greet yang memberikan kesempatan kepada peserta dan pengunjung untuk berinteraksi dengan para finalis. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Math Awarding Session untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.

Melalui kompetisi tersebut, TechConnect berupaya membuka ruang pengembangan kemampuan matematika bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Ajang ini juga diharapkan dapat mendorong semangat belajar dan memperkuat keterampilan berpikir analitis yang relevan dengan perkembangan teknologi.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 Kasus Penyelundupan Emas Terungkap di Soetta, Ada Ditaruh di Dubur!
• 20 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp10 Ribu per Gram, Ini Daftarnya!
• 11 jam lalu
0
thumb
Libas Madura United 3-1, Persebaya Surabaya Intip Posisi Tiga Besar Klasemen Super League
• 21 jam lalu
0
thumb
5 Ciri-Ciri Sel Kulit Mati pada Wajah yang Penting Diketahui
• 1 jam lalu
0
thumb
Prihatin Ada Bobotoh Meninggal setelah Garudayaksa FC Vs Persib, Umuh Muchtar Minta Semua Pihak Menahan Diri
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.