BPOM dan APIKI Edukasi Masyarakat soal Keamanan dan Kandungan Gizi Ikan Kaleng

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung omega-3, vitamin, dan mineral. Namun, tidak semua masyarakat mudah mendapatkan ikan segar, terutama di wilayah yang jauh dari pesisir.

Selain jarak distribusi, ikan segar membutuhkan penyimpanan khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Karena itu, ikan kaleng dapat menjadi alternatif yang lebih praktis dengan masa simpan lebih panjang.

Meski demikian, penting untuk memahami bagaimana ikan kaleng diolah agar aman dikonsumsi dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam edukasi publik yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) di kantor pusat BPOM, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Mengangkat tema "From the Sea to the Plate: Saatnya Konsumsi Hasil Laut, untuk Kesehatan, untuk Masa Depan", kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia 2026, yakni "Innovate Today. Nourish Tomorrow".

Teknologi pengolahan bantu jaga kandungan gizi

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa teknologi sterilisasi komersial dalam proses pengalengan memungkinkan produk ikan lebih tahan lama, aman, dan tetap memiliki kandungan gizi.

"Inovasi pengolahan sangat penting agar pangan olahan hasil laut dapat menjangkau hingga pelosok negeri," ujar Taruna.

Menurutnya, penerapan teknologi modern juga membantu menjaga kualitas protein dan asam lemak omega-3 pada ikan tanpa penambahan pengawet kimia berbahaya.

Taruna menekankan pentingnya kolaborasi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mengembangkan inovasi pengolahan hasil laut.

Dalam hal ini, BPOM turut berperan sejak tahap riset, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga pengawasan produk di pasaran.

Edukasi tersebut dikemas melalui dialog interaktif yang menghadirkan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ishartini, pakar teknologi pangan Universitas Padjadjaran Robi Andoyo, edukator kesehatan Dion Haryadi, serta perwakilan APIKI Mira Buanawati.

Diskusi membahas gizi hasil laut, proses pengolahan, keamanan pangan, hingga cara memilih produk ikan olahan.

Standar keamanan dalam produksi Sarden ABC

Mira Buanawati, yang juga menjabat sebagai General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, mengatakan bahwa industri pengalengan ikan berperan memperluas akses konsumsi ikan, termasuk ke wilayah non-pesisir.

Menurutnya, distribusi ikan segar masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan rantai dingin atau cold chain, jarak pengiriman, serta ketersediaan bahan baku yang tidak selalu stabil.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan dan kehilangan pangan sebelum ikan sampai ke konsumen.

Karena itu, pengalengan menjadi salah satu cara memperpanjang masa simpan ikan. Namun, prosesnya tetap harus memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

ABC Indonesia, misalnya, menerapkan Program Manajemen Risiko BPOM, termasuk dalam produksi Sarden ABC yang melalui proses sterilisasi untuk menjaga keamanan dan konsistensi kualitasnya.

"Melalui kesempatan ini, kami berbagi pengalaman mengenai implementasi Program Manajemen Risiko di fasilitas produksi kami, termasuk pada produk Sarden ABC yang diproses melalui tahapan sterilisasi yang komprehensif untuk memastikan keamanan, kualitas, dan konsistensi produk bagi konsumen," kata Mira.

Perusahaan juga menerapkan standar CPPOB, ISO 22000:2018, serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Seluruh produk ABC juga telah bersertifikat halal. Perusahaan yang telah hadir sejak 1975 ini juga konsisten meraih TOP Halal Award sejak 2022.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan, ABC Indonesia telah menyalurkan lebih dari satu juta paket makanan melalui kerja sama dengan komunitas dan foodbank di berbagai wilayah.

Cek KLIK sebelum membeli

Selain menjelaskan proses pengolahan ikan, BPOM mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.

Edukasi ini diikuti sekitar 200 peserta secara langsung dan 1.000 peserta secara daring. Kegiatan juga dilengkapi pameran mini produk pangan olahan ikan dari anggota APIKI.

Sebagai asosiasi yang menaungi industri pengalengan ikan, APIKI juga berupaya mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan sumber protein ikan yang terjangkau, menjaga kelancaran rantai pasok, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Melalui kolaborasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat dan cara memilih produk ikan olahan yang aman, bermutu, dan bergizi.

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perpres 107/2026 Terbit, Pemerintah Ubah Cara Impor Crude, BBM, dan LPG
• 23 jam lalu
0
thumb
Menaker Targetkan Pembahasan Awal UMP 2027 Rampung Akhir November 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Dwi Beli Mesin Pencacah Rp 13 Juta, Dipakai untuk Mutilasi-Giling Dini & Anaknya
• 6 jam lalu
0
thumb
BSI International Expo 2026 Raup Rp5,38 Triliun, Jadi Bukti Halal Lifestyle Makin Dilirik
• 15 jam lalu
0
thumb
Kota Kediri Raih Penghargaan JKN 2026, Masuk Lima Daerah Terbaik di Jawa Timur
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.