Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran aktif melalui jalur diplomasi untuk mendorong gencatan senjata antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi menyusul laporan pencegatan dua rudal balistik pada 24 Oktober 2026.
Oleh Soleh menilai peningkatan ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengancam keselamatan warga sipil, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
Desakan itu disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dua Rudal Balistik Dilaporkan Dicegat di Wilayah Arab SaudiKekhawatiran tersebut muncul setelah adanya laporan pencegatan dua rudal balistik yang mengarah ke wilayah Arab Saudi pada 24 Oktober 2026.
Puing-puing rudal dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi, termasuk Wadi Al-Mughammas yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah.
Oleh Soleh menyampaikan keprihatinannya terhadap serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi. Konflik bersenjata seperti ini harus segera dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh.
Politikus Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan perlindungan masyarakat sipil harus menjadi perhatian utama dalam upaya meredakan konflik.
DPR Minta Indonesia Galang Dukungan InternasionalOleh Soleh meminta pemerintah Indonesia segera membangun komunikasi diplomatik dengan pihak-pihak terkait untuk mendorong penghentian serangan militer.
Menurutnya, Indonesia dapat bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama negara-negara Islam, untuk menggalang dukungan terhadap upaya perdamaian.
“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.
Ia menilai diplomasi dan kerja sama internasional diperlukan untuk mencegah ketegangan meluas serta mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.
Oleh Soleh juga mendorong penyelesaian konflik melalui dialog agar penghentian kekerasan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Keselamatan Jemaah Umrah Indonesia Jadi PerhatianSelain mendorong gencatan senjata, Oleh Soleh meminta pemerintah memperhatikan keselamatan jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Menurutnya, peningkatan ketegangan dapat menimbulkan kekhawatiran bagi WNI yang sedang menjalankan ibadah maupun yang berencana berangkat ke Tanah Suci.
“Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Ia menegaskan jemaah umrah harus mendapatkan perlindungan agar dapat menjalankan ibadah tanpa ancaman terhadap keselamatan mereka.
Kementerian Luar Negeri Diminta Perkuat Pemantauan KeamananOleh Soleh meminta Kementerian Luar Negeri meningkatkan koordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk memantau perkembangan situasi keamanan.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan perlindungan WNI serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi keamanan memburuk.
Ia juga meminta pemerintah memastikan informasi perkembangan situasi dan imbauan perjalanan dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat.
Menurutnya, upaya diplomasi Indonesia tidak boleh hanya berfokus pada penghentian ketegangan sementara, tetapi juga perlu mendukung penyelesaian konflik jangka panjang.
Oleh Soleh berharap langkah diplomatik yang aktif dapat membantu mencegah kekerasan berulang sekaligus menjaga keselamatan masyarakat sipil dan jemaah umrah Indonesia.





Komentar (0)