JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
Data pengamatan stasiun meteorologi menunjukkan curah hujan harian tertinggi mencapai 187 milimeter di Pos Hujan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, serta 103 milimeter di Pos Hujan Lobu Rampah, Kabupaten Labuhanbatu Utara pada 25 Oktober 2026.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa hujan tersebut bukan disebabkan oleh Siklon Tropis ARNAB, melainkan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lainnya, berupa sirkulasi siklonik di Laut Andaman utara Aceh, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Sumatra bagian utara.
BACA JUGA:AEON MALL Tanjung Barat Catat Transaksi Rp15 Miliar, M. Ilyas Menang Wuling Binguo EV Pro
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberadaan Siklon Tropis ARNAB karena berdasarkan analisis terkini, sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah, terutama di Sumatra bagian utara,” kata Guswanto dalam keterangannya pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini (early warning) potensi hujan lebat hingga sangat lebat, baik melalui informasi cuaca tingkat nasional maupun peringatan yang lebih spesifik untuk masing-masing provinsi terdampak.
Peringatan ini menjadi bagian dari upaya BMKG untuk memastikan pemerintah daerah dan masyarakat memperoleh informasi cuaca yang sesuai dengan kondisi wilayahnya sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
BACA JUGA:Pemerintah Paraf DIM RUU Adminduk, Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan NIK sebagai Identitas Tunggal
Lebih lanjut, Siklon Tropis ARNAB terbentuk di perairan Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Sistem ini berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang telah dipantau sejak 19 Oktober 2026, ketika masih berada di sekitar Laut Andaman.
BMKG telah memantau perkembangan sistem tersebut sejak tahap awal, termasuk ketika masih berupa sirkulasi siklonik lemah.
Berdasarkan analisis pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis ARNAB berada di sekitar Teluk Benggala pada koordinat 16,0° LU dan 84,8° BT, di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 km/jam dan tekanan udara minimum 968 hPa dan dalam 24 jam ke depan, ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat-barat laut mulai memasuki daratan India, serta diprakirakan mulai melemah dalam 2 hari kedepan.
BACA JUGA:OJK Siap Bawa Kasus Pelanggaran Saham ke Pengadilan, BEI Respon Positif
“Perkembangan Siklon Tropis ARNAB terus kami pantau melalui analisis data pengamatan, citra satelit, dan model prediksi cuaca. Berdasarkan analisis saat ini, sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Hujan lebat yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lain yang berkembang di sekitar wilayah tersebut,” jelas Andri.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)