28 Jurnalis Dinyatakan Kompeten dalam UKW di Bandung

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Foto Bersama Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Bandung pada pada Sabtu (24/10). (Sumber: Dok. Panitia UKW Bandung 2026)

KOMPAS.TV - Sebanyak 28 jurnalis dari berbagai media siber dan televisi di Indonesia dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Amaris Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 23–24 Oktober 2026.

UKW ini diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Kompas bersama KG Media dan Google News Initiative. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian pengujian dan dinyatakan kompeten sesuai jenjang masing-masing.

Dari total peserta, sebanyak 11 jurnalis mengikuti UKW jenjang Muda, 12 jurnalis jenjang Madya, dan lima jurnalis jenjang Utama. Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat hingga Papua.

Pelaksanaan UKW di Bandung juga melibatkan penguji dari tiga lembaga uji kompetensi wartawan, yakni LUKW Kompas, Pikiran Rakyat, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Keterlibatan ketiga lembaga tersebut menjadi wujud kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di Indonesia.

Baca Juga: Teknologi Makin Maju, UKW Bandung Uji Kompetensi dan Integritas Wartawan

Melalui kerja sama ini, Kompas bersama berbagai lembaga uji kompetensi wartawan berupaya membangun ekosistem media yang sehat. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong jurnalis memiliki pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab profesinya.

Peningkatan kompetensi wartawan diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan media, tetapi juga menjadi komitmen bersama industri pers untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Penutupan Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Bandung setelah dilaksanakan selama 2 hari. (Sumber: Dok. Panitia UKW Bandung 2026)

Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme

Selain mengukur kompetensi wartawan, UKW di Bandung juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan jurnalistik, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perkembangan teknologi digital, khususnya AI, menuntut jurnalis untuk terus beradaptasi. Penguasaan teknologi ini dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja jurnalistik, mulai dari riset, perencanaan liputan, pengolahan informasi, hingga produksi konten.

Meski demikian, penggunaan AI tetap harus memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik, termasuk akurasi, verifikasi, independensi, dan tanggung jawab editorial.

Sebelum dan selama pelaksanaan UKW, para peserta mendapatkan pembekalan jurnalistik, termasuk pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam proses produksi karya jurnalistik.

"Saya terkesan dengan pemanfaatan AI dalam ruang redaksi. Ternyata banyak hal yang bisa dilakukan dengan AI untuk wartawan, mulai dari riset, merencanakan liputan, sampai membuat konten," kata Raymond Suryadi, salah satu peserta UKW.

Koordinator Penguji UKW Bandung sekaligus Managing Editor Video and Social Media Kompas.com, Laksono Hari Wiwoho, mengingatkan bahwa kelulusan UKW bukanlah akhir dari proses pengembangan kompetensi seorang wartawan.

"Ujian ini bukan akhir perjalanan para jurnalis. Sebaliknya, setiap peserta bisa terus meningkatkan kompetensinya dan dapat mengikuti uji kompetensi jenjang berikutnya di masa depan," kata Laksono.

Kolaborasi untuk Jurnalisme Berkualitas

Rangkaian UKW di Bandung ditutup oleh Ketua Dewan Kompetensi Kompas Gramedia Tri Agung Kristanto pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Tri Agung mengajak seluruh peserta, penguji, dan perusahaan media untuk bersama-sama menciptakan iklim industri pers yang sehat guna mendukung lahirnya jurnalisme berkualitas.

Menurut Tri, uji kompetensi merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran yang diperlukan dalam menjalankan profesinya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga uji Kompas telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan UKW dan melibatkan lembaga-lembaga uji lain. Uji kompetensi kolaborasi LUKW Kompas dan Google kali ini tidak akan bisa terlaksana tanpa kerja sama dari teman-teman (media) semua," kata Tri sebelum menutup rangkaian UKW.

Tri Agung menjelaskan, UKW di Bandung merupakan penyelenggaraan ketujuh hasil kolaborasi LUKW Kompas dan Google News Initiative. Kegiatan serupa telah diselenggarakan di Bekasi (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Ambon (Maluku), dan Palembang (Sumatera Selatan).

Kolaborasi yang terus diperluas, baik dengan perusahaan media maupun lembaga uji kompetensi wartawan lainnya, menjadi langkah penting untuk memperkuat standar profesionalisme jurnalis di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.

Di tengah perubahan pola konsumsi informasi, perkembangan teknologi, dan persaingan industri media, keberadaan jurnalis yang kompeten menjadi salah satu fondasi utama untuk menjaga kredibilitas pers.

Karena itu, industri media perlu terus bergerak bersama dalam mengembangkan pendidikan, pelatihan, dan pengujian kompetensi wartawan secara berkelanjutan.

Profesi wartawan memiliki standar kompetensi dan kode etik yang harus dijunjung tinggi. Melalui UKW yang diselenggarakan oleh lembaga uji yang ditetapkan Dewan Pers, kemampuan profesional wartawan dapat diuji dan diukur berdasarkan standar yang berlaku.

Dengan semakin banyaknya jurnalis yang kompeten, diharapkan media massa dapat terus menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, independen, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Iqbal-Tawakal

Sumber : Kompas TV

Tag
  • UKW
  • LUKW
  • Jurnalis
  • Uji kompetensi
  • Advertorial
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Program Robotika untuk Negeri Sasar 350 Pesantren, Siapkan Santri Kuasai Teknologi
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Belum Setujui Redefinisi Korupsi Kajian DEN, Minta Kajian Lebih Dalam
• 17 jam lalu
0
thumb
Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik hingga Akhir 2026, Ini Tantangan yang Dihadapi Pemerintah
• 52 menit lalu
0
thumb
Menkomdigi: Instagram, Threads hingga YouTube Berisiko Tinggi untuk Anak
• 16 jam lalu
0
thumb
Gas Singapura: Antara Ancaman dan Risiko Reputasi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.