Indonesia menjadi salah satu negara yang terlibat dalam Omoda X Co-Creation Project, program yang memberi ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan karakter personal melalui kendaraan. Proyek ini turut melibatkan negara lain seperti Brasil, Afrika Selatan, dan Polandia.
Partisipasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Omoda & Jaecoo International User Summit di Wuhu, China, pada 20 Oktober 2026. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan turut memperkenalkan Omoda X, crossover dengan desain futuristis dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
President Director of Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan bahwa Omoda X berpotensi sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. Pihaknya masih akan mengkaji kemungkinan membawa model tersebut ke pasar Tanah Air.
“Saya pikir OmodaX cocok untuk pasar Indonesia. Kami akan mulai menganalisis bagaimana mempersiapkan mobil ini untuk hadir di Tanah Air,” ujar Zeng dalam keterangan resminya.
Mobil itu mengusung konsep cross off-road yang memadukan kepraktisan SUV, karakter kendaraan off-road, dan tampilan sporty. Desainnya mengandalkan bodi lebar, lekukan tegas, serta lampu belakang bermotif kilat yang terinspirasi dari estetika mecha futuristis.
Masuk ke dalam kabin, model ini menggunakan konsep Mecha Command Cockpit. Perangkatnya mencakup panel instrumen digital 10,25 inci, layar sentuh tengah 13,2 inci, serta tombol fisik untuk mengatur AC dan mode berkendara.
Dari sisi kemampuan, spesifikasi global Omoda X mencakup ground clearance 200 mm dan kemampuan melintasi genangan dengan kedalaman yang diklaim lebih dari 700 mm. Ada pula kemampuan menarik beban hingga 1.800 kg, kapasitas beban atap 75 kg, serta 39 kompartemen penyimpanan.
Teknologi AI menjadi salah satu fitur yang ditawarkan melalui Super Intelligent AI Space (SIAS). Sistem tersebut dirancang untuk memungkinkan interaksi dengan kendaraan melalui percakapan yang lebih alami, tanpa perlu menggunakan kata aktivasi atau perintah yang rumit.
Omoda X juga dibekali sistem night vision berbasis pencitraan termal inframerah yang diklaim mampu membantu mendeteksi potensi bahaya hingga jarak 90 meter. Ada pula fitur untuk karaoke di dalam kabin dengan empat zona penangkap suara independen.
“Ke depan, kami akan melakukan kajian lebih lanjut untuk melihat kesesuaiannya dengan pasar Indonesia. Omoda X tidak bisa hanya dipandang sebagai kendaraan untuk hobi off-road, karena konsep yang ditawarkan lebih luas dari itu,” lanjut Zeng.
Selain itu, Omoda & Jaecoo turut memaparkan sejumlah rencana pengembangan teknologi untuk produk globalnya. Pengembangan tersebut meliputi teknologi hybrid dengan baterai 5 kWh yang direncanakan diterapkan pada Omoda O7, pelapis insulasi panas untuk Omoda O4, serta teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) untuk Jaecoo J5 dan J7.
Perusahaan menyebut penjualan kumulatif global Omoda & Jaecoo telah melampaui 1,4 juta unit dalam tiga setengah tahun, dengan jangkauan di 79 pasar. Dalam tiga tahun mendatang, perusahaan berencana memperluas portofolionya menjadi 13 model.






Komentar (0)