Di Hadapan 1.000 Tagana se-Sulsel, Gus Ipul Ajak Perkuat Kesiapsiagaan

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MAKASSAR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan dan memperluas edukasi kebencanaan, termasuk di Sekolah Rakyat. 

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Apel Siaga Bencana, Jambore, dan Konsolidasi Relawan Sosial Kebencanaan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (26/10) malam. 

BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Buka Jalan Pemberdayaan Bagi 44 Ribu Keluarga

"Saya ingin sampaikan secara khusus, sosialisasi Sekolah Rakyat Aman Bencana sangat penting. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah,” katanya. 

Menurut Gus Ipul, pengetahuan tentang risiko bencana, jalur evakuasi, titik kumpul, komunikasi darurat, serta tindakan penyelamatan dasar perlu ditanamkan dan dilatih secara berkala. 

BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Memadukan Pendidikan dan Pemberdayaan

Tagana diharapkan mengambil peran aktif dalam membangun pemahaman tersebut.

Kegiatan yang diikuti 1.000 anggota Tagana dan 38 ketua tim tersebut menjadi ruang konsolidasi sukarelawan untuk meningkatkan keterampilan, berbagi pengalaman, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana. 

BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Beri 3 Arahan Menjelang Akhir Tahun

Rangkaian jambore mencakup perlombaan keterampilan dan kekompakan, bakti sosial, donor darah, serta sosialisasi Sekolah Rakyat Aman Bencana. 

Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas pengabdian Tagana yang terus hadir membantu masyarakat di berbagai daerah. 

Dia menekankan jambore menjadi kesempatan bagi sukarelawan untuk belajar bersama dan menguji kemampuan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. 

"Tagana bukan sekadar barisan relawan, melainkan kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. Membantu pada masa tanggap darurat, mendukung pemulihan, serta menguatkan kesiapsiagaan sebelum bencana datang,” ujar Gus Ipul. 

Dalam arahannya, dia menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian seluruh anggota Tagana. 

Pertama, memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan teknis melalui penguasaan prosedur keselamatan, komunikasi, evakuasi, pertolongan awal, serta koordinasi di lapangan. 

“Yang mau menyelamatkan orang lain harus terlatih. Jangan sampai kami mau menyelamatkan malah diri yang jadi korban atau malah merepotkan orang lain,” katanya. 

Kedua, menjunjung tinggi disiplin dan satu komando. 

Gus Ipul menekankan koordinasi menjadi kunci dalam penanganan bencana. 

Setiap anggota harus memahami tugas dan kewenangannya, mematuhi arahan komando, serta membangun komunikasi yang jelas.

 “Kekompakan bukan hanya ditampilkan saat apel, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan,” ujarnya. 

Ketiga, mengutamakan kemanusiaan dan pelayanan tanpa diskriminasi. 

Tagana diminta hadir bagi seluruh warga yang membutuhkan, terutama anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta masyarakat yang menghadapi hambatan akses. 

“Layani dengan empati, hormat, dan tanpa membeda-bedakan latar belakang,” pesan Gus Ipul. 

Keempat, menjadikan edukasi kebencanaan sebagai gerakan bersama yang menjangkau sekolah, keluarga, dan komunitas. 

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui simulasi, penyebaran informasi yang benar, serta pengenalan langkah-langkah penyelamatan.

Kelima, merawat solidaritas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas sosial, perangkat daerah terkait, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan masyarakat. 

“Kekuatan Tagana akan semakin besar apabila bergerak bersama dan saling mendukung,” katanya. 

Suasana apel berlangsung hangat dan interaktif. Di sela arahannya, Gus Ipul berulang kali menyerukan “Are you ready?” untuk membangkitkan semangat peserta. 

Bersama Gubernur Sulawesi Selatan, ia juga mengajak sejumlah sukarelawan senior naik ke panggung dan memberikan apresiasi atas pengabdian mereka.

“Yang di depan kita ini adalah teladan-teladan kita. Usia sudah di atas 70 tahun, tapi tetap semangat. Kita yang masih muda-muda jangan sampai kalah dengan semangat Bapak Ibu di depan ini,” ujarnya. 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gus Ipul bersama Gubernur Sulawesi Selatan turut menyerahkan piagam penghargaan kepada 24 ketua forum Tagana kabupaten/kota serta hadiah bagi pemenang perlombaan jambore. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mensos Gus Ipul Apresiasi Bupati Banyumas yang Warganya Aktif Jadi Agen Perlinsos


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Batasi Ekspor Gas Alam ke Singapura, Apa Risiko Diplomasinya?
• 14 jam lalu
0
thumb
BPS Catat Harga Cabai Merah Naik di 327 Daerah, Cabai Rawit Tembus Rp157.500 per Kilogram di Teluk Bintuni
• 19 jam lalu
0
thumb
AFC Umumkan Jadwal Lengkap Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Main Siang dan Malam
• 12 jam lalu
0
thumb
Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
• 16 jam lalu
0
thumb
Menteri Brian Ungkap Pesan Prabowo Buat Peneliti dan Pengusaha
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.