Wafda Saifan dan Amanda Rawles jadi kekasih di film pendek cerita seperjalanan menjadi berita populer pada Senin (26/10).
Kata pengamat soal kunci sukses Konser Ye di jakarta juga menjadi sorotan. Berikut rangkuman 5 berita populer sepanjang hari kemarin.
1. Wafda Saifan dan Amanda Rawles Jadi Kekasih di Film Pendek Cerita SeperjalananAktor Wafda Saifan dan Amanda Rawles hadir sebagai pemeran utama dalam film pendek bertajuk Cerita Seperjalanan. Proyek kolaborasi Toyota yang disutradarai oleh Bernardus Raka ini diputar secara khusus dalam rangkaian Jakarta Film Week di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Film Cerita Seperjalanan berkisah tentang dinamika sepasang anak muda, Rava (Wafda Saifan) dan Yara (Amanda Rawles). Amanda Rawles menyebut chemistry mereka mengalir begitu saja hingga ke lokasi syuting berkat ruang diskusi yang cair.
"Di set, kami sama-sama berusaha hadir (present). Tektokannya mengalir natural, ada give and take. Mas Raka juga sangat terbuka pada penyesuaian dialog demi memperkuat adegan. Bersama Mas Wafda, semuanya terasa begitu effortless," tutur Amanda.
2. Dwayne Johnson Jadi Kakek-kakek 70 Tahun di Film Lizard MusicDwayne Johnson atau The Rock telah menjalani proses syuting film terbarunya, Lizard Music, di Brooklyn. Dalam film yang disutradarai Benny Safdie ini, Johnson menjalani perubahan fisik yang signifikan dengan bantuan protestik.
Dilansir Variety, Dwayne Johnson menjadi Chicken Man, seorang pria berusia 70-an tahun dalam film Lizard Music. Dalam sejumlah foto dari lokasi syuting, ia terlihat mengenakan topi bucket berwarna cokelat muda dan mantel.
Selain itu, Johnson membawa sepotong piza saat berjalan bersama lawan mainnya, Theo Clark Leber, yang membawa boneka kadal berukuran besar.
Penampilan Johnson dalam film Lizard Music dirancang oleh Kazu Hiro, seniman prostetik yang baru-baru ini mengubah penampilan Tom Cruise menjadi seorang taipan minyak berusia lanjut untuk film Digger.
3. Irma Rihi Kembali Jadi Ibu Luisa Adreena di Film GasigogiAktris Irma Rihi kembali hadir bersama Luisa Adreena sebagai ibu dan anak dalam proyek film terbaru Falcon Pictures berjudul Gasigogi. Mereka mengaku antusias sekaligus tertantang mendalami peran dalam film karya sutradara Korea, Lee Hwang-kyung.
"Pastinya senang banget, excited, dan sangat bersyukur bisa bergabung di projek ini. Jujur, ini proyek yang banyak mengandung emosional, dan saya dan Luisa juga pasti ada hubungan emosinya," ujar Irma Rihi di kantor Falcon, Jakarta Selatan.
Irma menambahkan, intensitas Gasigogi bahkan sudah menguras energi para pemeran sejak tahap awal persiapan.
"Benar kata para cast yang lain, bahwa proyek ini banyak menguras tisu. Itu bener sekali. Ini baru dari reading, belum kita syutingnya," imbuh Irma.
4. Eric Bauza, Pengisi Suara Bugs Bunny, Meninggal DuniaEric Bauza, pengisi suara peraih penghargaan Emmy yang dikenal lewat karakter Looney Tunes seperti Bugs Bunny dan Daffy Duck, meninggal dunia pada Minggu di kediamannya akibat penyakit kardiovaskular hipertensi.
Dilansir Variety, hal itu diketahui dari catatan Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County. Eric Bauza meninggal pada usia 46 tahun.
Kabar meninggalnya Bauza diumumkan oleh pihak keluarga melalui pernyataan yang diunggah ke akun Instagram sang pengisi suara pada Minggu.
"Meninggalnya Eric Bauza, pengisi suara peraih penghargaan Emmy sekaligus pengisi suara modern untuk karakter ikonis Looney Tunes, Bugs Bunny dan Daffy Duck, serta puluhan karakter kartun kesayangan lainnya, terjadi secara mendadak. Informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian," tulis pihak keluarga.
5. Pengamat Ungkap 3 Kunci Sukses Konser Ye di GBKKonser megah musisi dan produser asal Amerika Serikat, Ye, di GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10), menyedot perhatian publik dan menorehkan standar baru dalam industri konser musik Tanah Air. Gelaran tersebut berhasil menyulap stadion menjadi lanskap sinematik yang surealis dan memukau puluhan ribu penonton.
Pengamat musik sekaligus manajer band Seringai, Wendi Putranto, mengungkapkan bahwa ledakan animo penonton bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari reputasi panjang sang artis yang berpadu dengan kemasan pertunjukan kelas wahid.
Faktor kedua, lanjut Wendi, terletak pada eksekusi panggung serta nilai kelangkaan acara itu sendiri. Sementara yang menjadi faktor ketiga ialah, karena konser di Indonesia ini eksklusif, dan satu-satunya di Asia dan Oseania.






Komentar (0)