Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian serius pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Operasi penanggulangan karhutla di kawasan konservasi tersebut terus digencarkan guna melindungi satwa yang dilindungi.
“Tentu banyak unsur yang terlibat di sana ada TNI, BPBD, Polri, kemudian Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat sendiri ikut membantu, terutama menangani agar tidak ada dampak yang signifikan terhadap satwa yang memang kita lindungi,” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Senin, 26 Oktober 2026.
Terkait lini masa penanganan karhutla, Berton memaparkan operasi pemadaman dilakukan sejak 22 September. Upaya penanganan tersebut dilanjutkan kembali tim gabungan pada 25 September.
“Sejak tanggal 22 September, dan dia terus kami melakukan juga di tanggal 25 September, berlanjut lagi tanggal 22 Oktober, dan kita fokuskan lagi menangani karhutla tersebut. Namun, bukan berarti di antaranya itu kita tidak melakukan berbagai upaya, kita melakukan melalui darat, tapi upaya melalui udara, kami sampaikan tadi di waktu-waktu tersebut,” ujar Berton.
Setelah rangkaian operasi tersebut, Berton menyebut penanganan karhutla berlanjut kembali pada 22 Oktober 2026. BNPB terus memfokuskan berbagai upaya untuk menuntaskan penanganan karhutla di kawasan tersebut.
Berton menjelaskan bahwa BNPB telah menerapkan sejumlah strategi taktis guna menangani karhutla di kawasan konservasi tersebut. Strategi tersebut meliputi pembagian personel berdasarkan tingkat keparahan titik api serta perlindungan kesehatan petugas di lapangan.
“Selanjutnya kami juga menyampaikan strategi yang lain adalah memperkuat pemantauan titik api dan pelaporan,” ujar Berton.
Peninjauan langsung penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas dilakukan oleh Kepala BNPB dan pihak-pihak terkait di Lampung Timur, Provinsi Lampung, Minggu, 25 Oktober 2026. (ANTARA/HO-Kodam XXI)
Baca Juga :
Prioritas Penanganan Karhutla Bergeser, Fokus Beralih ke Sumatra dan Kalimantan
Berton menyampaikan BNPB akan memantau melalui masyarakat maupun helikopter guna mengidentifikasi apabila muncul titik api baru. Dia juga menyebut pihaknya menyediakan peralatan seperti pompa serta berbagai alat lainnya.
Selain itu, BNPB mengintegrasikan pemantauan udara dan darat guna memadamkan wilayah yang sulit dijangkau satgas darat. Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api permukaan sebelum nantinya dituntaskan secara efektif oleh tim satgas darat.
Dia menyebut langkah penanganan lainnya dilakukan penelusuran penyebab serta pencegahan kemunculan titik api baru agar kebakaran tidak terulang kembali.
“Kemudian yang terakhir adalah menyusuri penyebab dan mencegah titik-titik api baru, sehingga tidak ada lagi api baru dan kami tetap mengimbau agar tidak ada yang melakukan pembakaran atau membersihkan lahan dengan alasan apa pun,” ujar Berton.
(Arini Noviawati Gunawan)





Komentar (0)