Awal Kecurigaan Polisi terhadap Kapal Pembawa 1,16 Ton Ketamin

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin melalui kapal MT Global 168.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba (Wadirnarkoba) Bareskrim Kombes Cahyo Hutomo menceritakan, awal mula polisi mengintersep kapal tanker tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: Penampakan WN Taiwan, Tersangka Kasus Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

"Jadi, dia melakukan perlambatan dan mengarah kepada barat Thailand ya, mengarah barat Thailand, tapi kemudian dia berbelok lagi ke arah Laut Andaman di perbatasan selatan Laut Andaman yang sudah masuk perbatasan dengan Pulau Sumatera," kata Cahyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (26/10/26).

Dari kecurigaan itu, Cahyo menjelaskan kapal tersebut melakukan ship to ship hingga menyeberangkan, maupun melempar barang ke kapal lain.

"Di situlah kita melakukan intersep dan penyergapan," ungkap dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa keberhasilan menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin melalui kapal MT Global 168 menjadi capaian berharga pada dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dia menjelaskan pengungkapan penyelundupan narkoba menggunakan moda transportasi kapal memerlukan ketelitian tinggi. Keberhasilan operasi ini dicapai berkat keterlibatan lintas instansi melalui operasi bersama antara Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, Polairud, serta TNI.

"Kita jangan pernah lelah. Sebagaimana diamanatkan bapak Presiden RI pada kesempatan-kesempatan beliau menyampaikan pidatonya," kata Suyudi di Pelabuhan Belawan, Jumat (23/10/2026).

"Kita harus selalu kuat bersatu padu untuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang-barang terlarang ke Indonesia. Dan ini menjadi kado terindah untuk dua tahun pemerintahan Bapak Prabowo dan Bapak Gibran," sambung dia.

Suyudi yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala BNN mengungkapkan, para pelaku penyelundupan melalui jalur laut umumnya menggunakan beberapa modus.

"Penggantian nama kapal dan mematikan AIS (Automatic Identification System) adalah modus yang kerap digunakan para pelaku jaringan penyelundup narkoba melalui jalur laut," kata dia.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamensos Resmikan Taman Anak Sejahtera & Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta
• 16 jam lalu
0
thumb
Indonesian Dance Festival 2026 Hadirkan Seniman Indonesia dan Internasional, Perluas Kolaborasi Tari Kontemporer dan Antar Ekosistem
• 12 jam lalu
0
thumb
Prabowo "Sentil" Negara yang Hina Indonesia, Perusahaan Asing soal Karhutla Disorot | KOMPAS PETANG
• 6 jam lalu
0
thumb
Mahakam Invesment Forum 2026 Digelar di IKN, Investor-Delegasi Luar Negeri Hadir
• 15 jam lalu
0
thumb
Nurul Hasanah Promosikan Potensi Jember Lewat Konten Kreatif
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.