Ambon, VIVA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau desa-desa terluar di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Untuk memastikan makanan sampai kepada penerima manfaat di wilayah kepulauan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Bakti Nusantara mengoperasikan dua armada laut.
Melalui dua armada tersebut, sebanyak 2.356 paket MBG disalurkan setiap hari kepada penerima manfaat di delapan desa. Distribusi ini mencakup siswa sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Asisten Lapangan SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara, Esti Mustafa, mengatakan penggunaan armada laut menjadi bagian penting untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, termasuk enam desa terluar.
"Jumlah penerima manfaat sebanyak 2.356 orang setiap hari. Dari jumlah itu, 2.114 merupakan siswa, sedangkan 242 lainnya kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang dilayani di dua posyandu," ujarnya, Senin (26/10/26).
Esti menjelaskan, penyaluran MBG menjangkau 27 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga madrasah.
Selain menyasar siswa, program tersebut juga melayani kelompok 3B melalui posyandu di Desa Bajo dan Desa Pasimbaos. Jumlah makanan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat di masing-masing sekolah dan lokasi pelayanan.
Untuk menjangkau desa-desa di wilayah kepulauan, SPPG membagi distribusi ke dalam dua rute. Armada pertama melayani Desa Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga. Sementara itu, armada kedua melayani Desa Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru.
Esti mengatakan, sejak dapur SPPG mulai beroperasi pada Januari 2026, penyaluran makanan ke Desa Bajo dan desa-desa terluar berjalan tanpa kendala berarti. Kondisi laut yang terkadang bergelombang tidak menghentikan proses pengantaran.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Walaupun ada ombak, pengantaran tetap dilakukan dan tidak pernah dihentikan," katanya.
Menurut Esti, keberadaan armada laut membantu menjaga kelancaran distribusi agar penerima manfaat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan makanan setiap hari.
Program MBG juga mendapat respons positif dari siswa dan masyarakat. Salah satu manfaat yang dirasakan anak-anak adalah kesempatan mengonsumsi buah-buahan yang sebelumnya jarang mereka nikmati.






Komentar (0)