Tak Bisa Lewat Jalan Darat, 2.356 Paket MBG Diantar Pakai Kapal ke Desa Terluar

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Ambon, VIVA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau desa-desa terluar di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Untuk memastikan makanan sampai kepada penerima manfaat di wilayah kepulauan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Bakti Nusantara mengoperasikan dua armada laut.

Baca Juga :
Dihantam Ombak saat Memancing di Perairan Merak, 2 Orang Tewas dan 1 Selamat
Anggota TNI AL Diduga Bunuh Istri di Mataram, Danlanal Ungkap Motifnya

Melalui dua armada tersebut, sebanyak 2.356 paket MBG disalurkan setiap hari kepada penerima manfaat di delapan desa. Distribusi ini mencakup siswa sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Asisten Lapangan SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara, Esti Mustafa, mengatakan penggunaan armada laut menjadi bagian penting untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, termasuk enam desa terluar.

"Jumlah penerima manfaat sebanyak 2.356 orang setiap hari. Dari jumlah itu, 2.114 merupakan siswa, sedangkan 242 lainnya kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang dilayani di dua posyandu," ujarnya, Senin (26/10/26).

Esti menjelaskan, penyaluran MBG menjangkau 27 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga madrasah.

Selain menyasar siswa, program tersebut juga melayani kelompok 3B melalui posyandu di Desa Bajo dan Desa Pasimbaos. Jumlah makanan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat di masing-masing sekolah dan lokasi pelayanan.

Untuk menjangkau desa-desa di wilayah kepulauan, SPPG membagi distribusi ke dalam dua rute. Armada pertama melayani Desa Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga. Sementara itu, armada kedua melayani Desa Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru.

Esti mengatakan, sejak dapur SPPG mulai beroperasi pada Januari 2026, penyaluran makanan ke Desa Bajo dan desa-desa terluar berjalan tanpa kendala berarti. Kondisi laut yang terkadang bergelombang tidak menghentikan proses pengantaran.

"Sejauh ini tidak ada kendala. Walaupun ada ombak, pengantaran tetap dilakukan dan tidak pernah dihentikan," katanya.

Menurut Esti, keberadaan armada laut membantu menjaga kelancaran distribusi agar penerima manfaat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan makanan setiap hari.

Program MBG juga mendapat respons positif dari siswa dan masyarakat. Salah satu manfaat yang dirasakan anak-anak adalah kesempatan mengonsumsi buah-buahan yang sebelumnya jarang mereka nikmati.

Baca Juga :
Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Minta SPPG Penuhi Syarat Ini
Wakil Ketua KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara
Kabut Asap Karhutla Masih Parah, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiga Dekade Warnai Dunia Fotografi, RICOH GR Rilis Kamera Edisi Spesial 30th Anniversary
• 23 jam lalu
0
thumb
Ballon d’Or 2026 Bocor! Kane, Mbappe, dan Yamal Rebut Top 3
• 4 jam lalu
0
thumb
Salahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Deportasi 3 WN Israel dari Bali
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo Panggil Menlu hingga BMKG ke Istana Sore ini, Apa yang Dibahas?
• 14 jam lalu
0
thumb
Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.