Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian agar setiap bentrokan antarsuporter ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Menurut Erick, keselamatan suporter harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.
"Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat," kata Erick di Jakarta, Senin, menanggapi insiden penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata tajam terhadap dua suporter yang baru pulang menonton laga Garudayaksa versus Persib di Stadion Pakansari, Jawa Barat.
Dia menegaskan, setiap sanksi akan diberikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Jika insiden terjadi di luar maupun lokasi penyelenggaraan pertandingan dan berpotensi adanya tindakan kriminal, maka PSSI akan mendorong aksi itu diusut tuntas.
Baca juga: Polisi kedepankan pengamanan humanis suporter Jakmania-Aremania
Baca juga: PSGC dan PSIS terkena sanksi imbas keributan suporter
Sementara, bila bentrokan terkait aksi negatif selaku suporter, maka tim dan komunitas fan harus menerima konsekuensi sesuai tingkat pelanggaran, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub bersangkutan.
Menurut Erick, setiap pemangku kepentingan (stakeholder) penyelenggaraan pertandingan seperti klub, penyelenggara kompetisi, komunitas fan, dan kepolisian memiliki tanggung jawab masing-masing.
Terkait tindak kejahatan setelah laga di Pakansari, dia mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian. Kini PSSI hanya bisa menunggu proses penyelidikan oleh polisi.
Erick menyebut dirinya ingin penyidik memastikan apakah penyerangan tersebut merupakan tindak kriminal murni atau berkaitan dengan persaingan antarsuporter.
"Saya sudah menghubungi Kapolres terkait untuk meminta agar penanganan kasus dilakukan tegas," ujar pria yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Erick berharap, ke depannya sepak bola harus bisa benar-benar menjadi sarana pemersatu masyarakat. Keberhasilan tim nasional menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, telah menunjukkan olahraga dapat menyatukan bangsa Indonesia melalui dukungan secara masif dan konstruktif.
Baca juga: Suporter Persija dilarang hadir di laga tandang selama setengah musim
Baca juga: PSSI ancam sanksi pengurangan poin klub gagal jaga suporter
Menurut Erick, keselamatan suporter harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.
"Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat," kata Erick di Jakarta, Senin, menanggapi insiden penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata tajam terhadap dua suporter yang baru pulang menonton laga Garudayaksa versus Persib di Stadion Pakansari, Jawa Barat.
Dia menegaskan, setiap sanksi akan diberikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Jika insiden terjadi di luar maupun lokasi penyelenggaraan pertandingan dan berpotensi adanya tindakan kriminal, maka PSSI akan mendorong aksi itu diusut tuntas.
Baca juga: Polisi kedepankan pengamanan humanis suporter Jakmania-Aremania
Baca juga: PSGC dan PSIS terkena sanksi imbas keributan suporter
Sementara, bila bentrokan terkait aksi negatif selaku suporter, maka tim dan komunitas fan harus menerima konsekuensi sesuai tingkat pelanggaran, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub bersangkutan.
Menurut Erick, setiap pemangku kepentingan (stakeholder) penyelenggaraan pertandingan seperti klub, penyelenggara kompetisi, komunitas fan, dan kepolisian memiliki tanggung jawab masing-masing.
Terkait tindak kejahatan setelah laga di Pakansari, dia mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian. Kini PSSI hanya bisa menunggu proses penyelidikan oleh polisi.
Erick menyebut dirinya ingin penyidik memastikan apakah penyerangan tersebut merupakan tindak kriminal murni atau berkaitan dengan persaingan antarsuporter.
"Saya sudah menghubungi Kapolres terkait untuk meminta agar penanganan kasus dilakukan tegas," ujar pria yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Erick berharap, ke depannya sepak bola harus bisa benar-benar menjadi sarana pemersatu masyarakat. Keberhasilan tim nasional menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, telah menunjukkan olahraga dapat menyatukan bangsa Indonesia melalui dukungan secara masif dan konstruktif.
Baca juga: Suporter Persija dilarang hadir di laga tandang selama setengah musim
Baca juga: PSSI ancam sanksi pengurangan poin klub gagal jaga suporter






Komentar (0)