Ringkasan Berita
- Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri berkolaborasi dengan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi UGM menggelar pengabdian masyarakat, Senin (26/10/2026).
- Kegiatan mencakup edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi serta penelitian pemanfaatan buah bit sebagai alternatif bahan pendeteksi plak gigi.
- Sebanyak 100 warga dewasa dari Kelurahan Pojok dan sekitar 80 anak SD NU Insan Cendekia menjadi sasaran kegiatan.
- Kolaborasi juga mencakup penelitian kondisi saliva atau air liur untuk mendukung kajian edukasi kesehatan rongga mulut dan risiko karies.
Kediri (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Kadiri berkolaborasi dengan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memadukan edukasi, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, serta penelitian, pada Senin (26/10/2026).
Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah mengkaji pemanfaatan buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai bahan alternatif disclosing agent, yakni bahan yang digunakan untuk membantu memperlihatkan plak pada permukaan gigi. Inovasi berbahan alami ini diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi agar masyarakat lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut.
Kegiatan menyasar sekitar 100 orang dewasa dari masyarakat Kelurahan Pojok serta sekitar 80 anak-anak dari SD NU Insan Cendekia. Selain mendapatkan edukasi, peserta berkesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
Perkuat Kapasitas Akademik dan Pengabdian Kampus
Rektor Universitas Kadiri, Ir. Djoko Rahardjo, M.P., mengatakan kerja sama dengan UGM menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dosen, khususnya di lingkungan FKG Universitas Kadiri.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengabdian masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan penelitian dan peningkatan kapasitas akademik.
“Ini terutama kegiatan utamanya adalah pengabdian masyarakat yang mana di dalamnya juga ada penelitiannya, juga ada kerja sama yang diharapkan bisa menambah pengetahuan dan pengalaman dosen-dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri,” jelasnya.
Djoko menambahkan, peningkatan kompetensi dosen dan kualitas publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam mendukung mutu pendidikan tinggi. Penguatan tersebut juga diharapkan dapat menunjang pengembangan institusi dan pencapaian akreditasi.
“Harapan besarnya adalah dengan kerja sama ini, Universitas Kadiri semakin meningkat pengetahuan dan pengalamannya, terutama untuk mendukung kegiatan utama dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri berkolaborasi dengan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi UGM menggelar pengabdian masyarakatBuah Bit Dikaji sebagai Alternatif Pendeteksi Plak
Pemanfaatan buah bit menjadi salah satu topik yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Buah bit dikaji sebagai alternatif bahan disclosing agent untuk membantu menunjukkan keberadaan plak gigi sehingga kebersihan gigi dapat lebih mudah diamati dalam kegiatan edukasi.
Plak merupakan lapisan yang terbentuk dari bakteri dan komponen lain pada permukaan gigi. Apabila tidak dibersihkan secara rutin, penumpukan plak dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut.
Melalui pendekatan edukasi yang melibatkan bahan alami, peserta diharapkan lebih memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar dan menjaga kebersihan rongga mulut secara teratur.
Namun, pemanfaatan buah bit sebagai bahan pendeteksi plak masih perlu dinilai berdasarkan hasil penelitian, termasuk efektivitas, keamanan, dan konsistensi penggunaannya. Karena itu, pengenalan bahan tersebut dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penelitian dan edukasi, bukan berarti telah menggantikan bahan pendeteksi plak yang digunakan secara klinis.
Djoko menjelaskan, sasaran utama edukasi adalah anak-anak usia sekolah dasar, terutama kelas awal. Meski demikian, masyarakat dewasa juga dilibatkan karena kesehatan gigi tetap perlu diperhatikan pada semua kelompok usia.
Ia menilai pemeriksaan langsung dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi gigi dan mulut mereka.
Penelitian Saliva untuk Mendukung Edukasi Kesehatan Gigi
Dekan FKG Universitas Kadiri, Dr. dr. Ibnu Gunawan, M.M., menjelaskan bahwa kerja sama dengan UGM juga mencakup penelitian lanjutan mengenai kondisi saliva atau air liur pada kelompok anak-anak dan orang dewasa.
Salah satu aspek yang diperiksa adalah tingkat keasaman atau pH saliva. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari kajian untuk mendukung pemahaman mengenai lingkungan rongga mulut dan faktor yang berkaitan dengan risiko karies.
Ibnu menekankan bahwa pola makan dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi perlu menjadi perhatian dalam upaya mencegah masalah kesehatan gigi.
“Kalau pola makan sudah benar, berarti bebas. pH normal 5,6 sampai 7. Kalau cenderung asam tadi ada karies. Nah, harus mengubah pola makan kita,” jelasnya.
Meski demikian, nilai pH saliva tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu ada atau tidaknya karies. Penilaian risiko dan diagnosis masalah gigi tetap perlu mempertimbangkan pemeriksaan klinis serta faktor lain, termasuk pola makan dan kebersihan mulut.
Ibnu menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, hasil penelitian perlu diarahkan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah.
“Roh dari perguruan tinggi itu tiga, pembelajaran, dosen-dosen yang berkualitas, penelitian yang dilaksanakan untuk disumbangsihkan kepada masyarakat dan pemerintahan, kemudian pengabdian masyarakat,” tegasnya.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri berkolaborasi dengan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi UGM menggelar pengabdian masyarakatUniversitas Kadiri Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Kolaborasi antara Universitas Kadiri dan UGM diharapkan dapat berlanjut ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat lainnya.
Bagi Universitas Kadiri, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperluas pengalaman dosen dalam penelitian sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran. Sementara itu, masyarakat memperoleh akses terhadap edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi serta mulut.
Djoko berharap keberadaan perguruan tinggi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitarnya, bukan hanya melalui kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus.
“Kami berharap keberadaan kampus ini tidak hanya terikat dari gedung dan aktivitas perkuliahannya, tetapi juga dirasakan melalui manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan hari ini menjadi salah satu wujud kedekatan antara Universitas Kadiri dan warga Kelurahan Pojok,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Kadiri dan UGM berupaya menghubungkan pengembangan ilmu kedokteran gigi dengan kebutuhan masyarakat. Keberlanjutan penelitian, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. [nm/kun]





Komentar (0)