BNPB Ungkap Hujan Alami Padamkan Banyak Lahan Terbakar di Riau

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

BNPB mengungkap karhutla di Riau banyak berkurang usai hujan turun. Penanganan kini difokuskan di wilayah lain yang wilayah karhutlanya masih luas.

"Kami perlu menyampaikan bahwa perhatian kami terhadap Riau saat ini sudah beralih atau tidak lagi, karena memang curah hujan alami di sana sudah relatif banyak dan sudah memadamkan banyak lahan-lahan yang kebakaran," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Senin (26/10).

Hujan tidak hanya turun di Riau. Berton menyebut dua dari empat provinsi sasaran operasi modifikasi cuaca (OMC) juga sudah diguyur hujan.

"Untuk dua dari empat provinsi terjadi hujan, yaitu di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Selatan," ujarnya.

Menurut Berton, hujan di dua provinsi itu sangat membantu penanganan karhutla. BNPB juga terus mengoptimalkan penanganan karhutla lewat OMC dengan menebar garam (NaCl) agar hujan terarah ke titik-titik api dan asap.

BNPB juga terus melakukan OMC di wilayah lain yang belum turun hujan, seperti di Kalimantan Tengah. OMC tidak hanya dengan menaburkan NaCl atau menggunakan dry ice.

"Belum turun hujan di sana, namun kami sudah melaksanakan OMC, di mana kami menyebarkan 2.000 kilogram NaCl maupun 5.200 kilogram dry ice, itu untuk Kalimantan Tengah," kata Berton.

Secara total, bahan OMC yang disebar di Kalimantan Tengah mencapai 7.200 kilogram dalam 8 sorti. Di Sumatera Selatan, OMC menyebar dry ice dan NaCl sebanyak 7.100 kilogram dalam 7 sorti. Berton menyebut jarak pandang naik di dua provinsi tersebut. Ia berharap jarak pandang makin baik sehingga water bombing bisa dilaksanakan dengan baik.

Situasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

BNPB kini memusatkan penanganan karhutla pada Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, khususnya Taman Nasional Way Kambas.

BNPB mencatat karhutla di Sumatera seluas sekitar 990 hektare. Sumatera Selatan mendominasi dengan 889 hektare. Jambi tercatat 89 hektare dan Lampung 12 hektare.

Di Kalimantan, per 25 Oktober 2026, sekitar 3.392 hektare lahan masih dalam penanganan. Rinciannya, Kalimantan Tengah 2.456 hektare, Kalimantan Selatan 52 hektare, dan Kalimantan Barat 884 hektare.

Perhatian BNPB di Kalimantan tertuju terutama pada Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Barat, fokusnya ada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

"Kita senantiasa berharap, berdoa, untuk provinsi-provinsi lain terjadi hujan dengan konsistensi yang tinggi, sehingga penanganan karhutla ini bisa kita selesaikan dengan baik," ujarnya.

Sementara untuk karhutla di Jawa Timur, Berton menyampaikan BNPB telah melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Per 25 Oktober 2026 terdapat 1.090 hektare yang terbakar dengan 11 titik api.

"Unsur-unsur yang terlibat tentu BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan semua masyarakat yang terlibat juga bisa kami sampaikan sudah melakukan upaya-upaya yang signifikan. Tentu kita berharap juga agar angin tidak memengaruhi lagi pekerjaan ini, dan juga hujan bisa turun dengan segera untuk dapat membantu pemadaman ini," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Telkomsel Enterprise Lewat Ramadan Insight 2027 Bantu Brand Temukan Momen Emas
• 3 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Gibran Siap Tunjukkan Ijazah SMP hingga S1 di Persidangan
• 15 jam lalu
0
thumb
Sinopsis Film Korea Pawn yang Dibintangi Sung Dong Il, Kisahkan Ikatan Keluarga dari Jaminan Utang
• 7 jam lalu
0
thumb
Vanja Bukilic Siap Comeback di Liga Voli Korea, Eks Duet Megawati Incar Gelar Juara
• 17 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Serahkan Penghargaan Tokoh Kebudayaan di PIKI Awards 2026
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.