jpnn.com, JAKARTA - Elektabilitas Partai Golkar dinilai stabil di tengah dinamika politik nasional.
Hal itu tecermin dari hasil sejumlah survei terbaru yang menempatkan Partai Golkar di jajaran tiga besar partai politik dengan elektabilitas mencapai dua digit.
BACA JUGA: Bantah Hasyim Eks KPU, Doli Golkar Duga Pasal 18 Ayat 3 PKPU 19/2023 Selundupan
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus menilai soliditas dan kerja nyata kader di tengah masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga elektabilitas Partai Golkar.
"Kalau melihat kondisi sekarang, kader-kader Partai Golkar memang makin agresif bergerak, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPP. Seluruh organisasi sayap bergerak untuk kepentingan rakyat," kata Said saat dihubungi, Minggu (25/10).
BACA JUGA: Ingin Bermanfaat Buat Rakyat, Golkar Gelar Donor Darah di Jakarta
Said tidak menampik soliditas kader tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang terus mendorong seluruh kader, organisasi sayap, hingga anggota legislatif untuk aktif turun ke masyarakat tanpa harus menunggu momentum pemilihan umum.
Menurut Said, Bahlil secara konsisten menginstruksikan seluruh kader Golkar agar mengedepankan kerja nyata dan kepedulian sosial.
Sebab, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.
"Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, bahwa kader-kader Golkar harus terus bergerak dan jangan menunggu pemilu. Jadi, memang tugas kita adalah membantu masyarakat di mana pun kita berada," ujarnya.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis Sabtu (24/10/2026) mencatat elektabilitas Partai Golkar sebesar 10,7 persen, menempati posisi ketiga setelah Partai Gerindra dengan 23,1 persen dan PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen. Survei tersebut dilakukan pada 12–21 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Hasil serupa juga terlihat dalam survei Voxpol Center yang dirilis Kamis (22/10/2026). Golkar kembali menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 11,7 persen, di bawah Gerindra sebesar 21,1 persen dan PDI Perjuangan 16,1 persen.
Said menegaskan hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk semakin aktif bekerja.
Dia menyebut AMPG telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu korban banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta menyalurkan ribuan paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
"Sejak hari kedua kejadian sampai hari ini, tim kami masih berada di Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat, termasuk memperbaiki rumah-rumah ibadah dan masjid. Ini merupakan arahan ketua umum," jelasnya.
Selain kegiatan sosial, Said menyebut kepemimpinan Bahlil turut mendorong regenerasi dan kreativitas kader muda melalui Akademi AMPG serta berbagai kegiatan olahraga, seperti turnamen futsal dan basket. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperluas partisipasi generasi muda dalam aktivitas Partai Golkar.
"Di AMPG sekarang juga ada Akademi AMPG. Di sana para senior Partai Golkar memberikan ilmu kepada kader-kader muda. Semua anak muda Partai Golkar berpartisipasi untuk membantu masyarakat, bukan semata-mata untuk menaikkan elektabilitas," katanya.
Meski demikian, Said mengingatkan seluruh kader agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian elektabilitas Golkar.
Dia menilai posisi tiga besar dalam sejumlah survei harus menjadi penyemangat untuk memperkuat konsolidasi partai menjelang Pemilu 2029.
Said menambahkan di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, Golkar bertekad meningkatkan perolehan kursi DPR RI dari 102 kursi yang dimiliki saat ini.
Karena itu, ia memastikan seluruh kader AMPG akan terus bergerak memperkuat kerja-kerja partai di tengah masyarakat.
"Ini menjadi momentum semangat seluruh kader Partai Golkar untuk terus berbuat. Di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil kami ingin meningkatkan jumlah kursi di DPR. Jadi, hasil survei ini menjadi motivasi semua dan insyaallah akan terus bergerak," pungkas Said.(era/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul





Komentar (0)